Halut, DM- Dari udara, hutan Halmahera Utara terlihat lebat dan nyaris tak terganggu. Padahal di bawahnya, mesin tambang bekerja setiap hari. Inilah wajah Tambang Emas Gosowong milik PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) yang memilih jalur tambang bawah tanah demi menjaga tutupan hutan.
Di Hari Konservasi Alam Nasional, cerita Gosowong menjadi contoh bahwa pertambangan dan konservasi bisa berjalan beriringan. Dengan luas kontrak karya mencapai 29.622 hektar, NHM tidak hanya menambang, tapi juga membangun Nursery ribuan meter persegi untuk membesarkan bibit pohon endemik.
Tak berhenti di situ, bekas tambang yang sudah tidak aktif disulap menjadi “Kantong Satwa” – sebuah suaka kecil bagi burung Paruh Bengkok, kuskus, dan spesies khas lainnya. Tim pemantau rutin memastikan habitat ini benar-benar hidup.
“Menambang bukan berarti menghapus alam. Kalau dilakukan dengan hati-hati, tambang justru bisa jadi mitra hutan,” ujar Widi Wijaya.
Dengan pengawasan pemerintah daerah dan sertifikasi ISO 14001, Gosowong mencoba menulis narasi baru tentang tambang: bukan perusak, tapi penjaga.