JAKARTA, DM – Raut wajah Haji Robert berubah sendu ketika mengenang masa kecilnya. Di balik sosoknya yang dikenal sebagai pengusaha sukses dan dermawan, tersimpan kisah pilu yang hingga kini masih membekas.
“Adik saya waktu kecil juga mengalami jantung bocor. Tapi saat itu di kampung kami tidak ada dokter, tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai. Akhirnya adik saya meninggal dunia,” ujarnya lirih, dengan nada haru yang terdengar begitu dalam.
Kehilangan adik tercinta karena keterbatasan layanan kesehatan menjadi titik balik dalam hidupnya. Sejak saat itu, Haji Robert berjanji dalam hati: ia tidak akan tinggal diam jika ada anak-anak lain yang bernasib sama.
“Sejak itu saya bertekad, bila ada anak-anak yang mengalami nasib seperti adik saya, saya akan membantu semampu saya,” tegasnya.
Bagi Haji Robert, setiap anak berhak untuk sehat, tumbuh, bermain, dan bersekolah seperti anak-anak lainnya. Keterbatasan biaya maupun akses kesehatan, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih masa depan.
Kepeduliannya bukan sekadar janji kosong. Berulang kali ia turun tangan membantu anak-anak penderita jantung bocor agar mendapat penanganan medis yang layak. Baginya, setiap langkah kecil untuk menyelamatkan satu nyawa anak adalah cara menebus rasa kehilangan yang pernah ia alami.
“Setiap kali melihat mereka, saya teringat adik saya. Saya ingin memastikan mereka punya kesempatan hidup lebih baik,” ucapnya.
Bagi Haji Robert, kepedulian ini bukan hanya soal amal, tetapi panggilan jiwa—sebuah janji lama yang kini terus ia tepati.