Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 31 Okt 2025 12:21 WIB ·

Kolaborasi untuk Bumi: Saat NHM, Pemerintah, dan Masyarakat Duduk Satu Meja Bahas Masa Depan Lingkungan


 Kolaborasi untuk Bumi: Saat NHM, Pemerintah, dan Masyarakat Duduk Satu Meja Bahas Masa Depan Lingkungan Perbesar

TOBELO, DM- Suasana Hotel Greenland Tobelo terasa berbeda pagi itu. Perwakilan kementerian, akademisi, kepala desa, dan aktivis lingkungan duduk satu meja bersama pihak perusahaan tambang. Mereka bukan sedang berdebat, melainkan berdiskusi — membahas Adendum ANDAL PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), sebuah dokumen penting bagi masa depan pengelolaan lingkungan di tambang Gosowong, Halmahera Utara.

Rapat Komisi Penilai AMDAL Pusat yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 30 Oktober 2025 ini menunjukkan praktik baru: AMDAL partisipatif. Semua pihak, mulai dari pusat hingga masyarakat lingkar tambang, dilibatkan dalam menilai dan memberi masukan atas rencana pengembangan tambang emas dan mineral pengikutnya.

Dari pemerintah daerah, Yudihard Noya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara, menyebut langkah ini sebagai contoh transparansi yang perlu ditiru.

“Ketika AMDAL disusun bersama, hasilnya tidak hanya legal, tapi juga diterima masyarakat,” katanya.

Dari unsur masyarakat, Jubhar Mangimbulude, Ketua LSM Tagate, memberikan pandangan yang menyentuh.

“NHM sudah banyak membantu daerah. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kehadiran perusahaan bisa membangun kemandirian masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Harnever Piga, mewakili manajemen NHM, menegaskan posisi perusahaan dalam forum itu.

“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. NHM berkomitmen menambang secara bertanggung jawab dengan menjaga lingkungan, keselamatan kerja, dan keberlanjutan sosial,” tegasnya.

Dari ruang rapat di Tobelo itu, sebuah pesan kuat tersampaikan: pembangunan berkelanjutan hanya mungkin terwujud jika pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha berjalan beriringan. Di Halmahera Utara, kolaborasi itu kini bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Dari Gosowong, NHM Gaungkan Budaya K3 sebagai Nilai Inti Operasi Tambang

13 Januari 2026 - 05:04 WIB

NasDem Maluku Utara Resmi Dilantik, Mesin Konsolidasi 2029 Mulai Digeber

10 Januari 2026 - 09:05 WIB

Athan Pulang Tanpa Ibu: Tangis Bocah Lima Tahun dan Cinta Kemanusiaan dari Ternate

8 Januari 2026 - 14:46 WIB

Pembinaan Kemandirian di Lapas Jailolo, WBP Rawat Tanaman Kacang Tanah

8 Januari 2026 - 02:11 WIB

Awali Tahun 2026, Kanwil Ditjenpas Malut Gelar Tes Urine Seluruh Pegawai

7 Januari 2026 - 13:10 WIB

WBP Lapas Tobelo Jalani Pembinaan Kemandirian Pertanian dan Jasa Cuci Kendaraan

7 Januari 2026 - 04:08 WIB

Trending di Berita