Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 14 Nov 2025 04:35 WIB ·

Dari Kolaborasi ke Prestasi: Cerita Ternate Mengubah Ancaman Stunting Menjadi Harapan


 Dari Kolaborasi ke Prestasi: Cerita Ternate Mengubah Ancaman Stunting Menjadi Harapan Perbesar

TERNATE, DM- Upaya panjang dan kerja kolaboratif lintas sektor dalam menekan angka stunting akhirnya berbuah manis bagi Kota Ternate. Tak hanya menunjukkan tren penurunan kasus dari tahun ke tahun, Kota Ternate juga berhasil meraih predikat Kota Berkinerja Baik tingkat nasional dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2024.

Penghargaan ini tertuang dalam SK Menteri Dalam Negeri Nomor 440.5.5/Kep/Bangda/2025, sebuah pengakuan penting bahwa strategi Kota Ternate dinilai efektif, konsisten, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Predikat ini menjadi penanda bahwa Ternate bukan hanya bekerja — tetapi bekerja dengan benar.

Sinergi TPPS: Fondasi Kokoh dari Semua Capaian

Kepala Dinas BPPKB Kota Ternate, H. Rajman Makka, tak menutupi rasa syukurnya. Baginya, capaian nasional ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh OPD dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai oleh Wakil Wali Kota.

“Alhamdulillah, berkat sinergi OPD terkait dalam TPPS, program-program unggulan mulai dari Omama, GENTING, DAHSYAT, ketahanan pangan, hingga peran PKK berjalan efektif dan membuahkan hasil,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penghargaan nasional ini sekaligus menjadi penyemangat untuk mengejar target 14% pada 2029, sebagaimana mandat Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting.

Lintas Sektor Bergerak: Kekuatan Utama Ternate

Dalam TPPS, setiap OPD memegang peran strategis:

  • Kesehatan: Surveilans gizi, promosi kesehatan, suplementasi ibu hamil & balita.
  • KB: Penguatan pengasuhan 1.000 HPK.
  • PPPA: Edukasi ASI, gizi seimbang, kesehatan reproduksi, bahaya rokok.
  • Sosial: FDS PKH dan penguatan jaring pengaman sosial.
  • Agama: Pembinaan pranikah & keluarga sakinah.
  • Dukcapil: Pemutakhiran akta kelahiran & NIK.
  • Perdagangan–Industri–BPOM: Pengawasan barang pangan & fortifikasi.
  • Kominfo: Kampanye anti-stunting se-Kota Ternate.
  • Pendidikan: PAUD, parenting, UKS, sanitasi sekolah.
  • Pertanian-KP-Ketahanan Pangan: KRPL, promosi hasil perikanan, program pangan lestari.
  • PUPR: Sanitasi dan SPAM pedesaan.

Semua bergerak, semua saling menguatkan.

Penghargaan Nasional: Bukti Kerja Bukan Sekadar Slogan

Keberhasilan Ternate meraih predikat sebagai Pemerintah Daerah Berkinerja Baik menempatkan kota ini sebagai salah satu daerah yang paling progresif dalam penanganan stunting.

Pengakuan dari Kementerian Dalam Negeri ini menegaskan bahwa Ternate tidak hanya memiliki program, tetapi juga mampu memastikan implementasi berjalan hingga level kelurahan dan rumah tangga.

Tauhid Soleman: “Ini bukan hadiah, ini hasil kerja keras semua elemen.”

Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menyebut penghargaan nasional ini sebagai bukti bahwa pemerintah daerah dapat bekerja efektif ketika seluruh sektor bergerak serempak.

“Penghargaan ini bukan hadiah, tetapi hasil kerja keras semua elemen. Stunting bukan hanya urusan kesehatan, tapi urusan masa depan generasi kita. Saya minta seluruh OPD menjaga konsistensi ini, bahkan memperkuatnya,” tegas Tauhid.

Ia menambahkan bahwa Pemkot Ternate akan terus menyiapkan regulasi, anggaran, dan intervensi berbasis data agar penanganan stunting tidak berjalan setengah hati.

Sekda Rizal Marsaoly: “Kunci percepatan itu pada data dan intervensi yang presisi.”

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan bahwa kerja TPPS tidak boleh longgar setelah capaian ini. Baginya, tantangan ke depan jauh lebih besar karena keberlanjutan program harus dijaga.

“Capaian nasional ini harus menjadi pengingat bahwa data kita harus presisi dan intervensi harus tepat sasaran. Pemerintah tidak boleh bekerja dengan asumsi. Ternate harus menjadi role model di Maluku Utara,” ujar Rizal.

Ia memastikan koordinasi lintas OPD akan terus diperkuat, termasuk pemantauan hingga tingkat RT/RW.

Menuju 2029: Harapan untuk Generasi Ternate yang Lebih Sehat

Dengan penghargaan nasional di tangan, sinergi OPD yang solid, serta komitmen kuat dari pimpinan daerah, Kota Ternate memasuki babak baru dalam agenda besar pencegahan stunting.

Target 14% pada 2029 bukan hanya angka — melainkan simbol harapan untuk melahirkan generasi Ternate yang lebih sehat, kuat, dan cerdas.

Di balik data dan program, ada satu visi besar yang terus dijaga:

Ternate menuju masa depan yang lebih sehat, lebih adil, dan lebih manusiawi.

Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya

Dari Gosowong, NHM Gaungkan Budaya K3 sebagai Nilai Inti Operasi Tambang

13 Januari 2026 - 05:04 WIB

NasDem Maluku Utara Resmi Dilantik, Mesin Konsolidasi 2029 Mulai Digeber

10 Januari 2026 - 09:05 WIB

Athan Pulang Tanpa Ibu: Tangis Bocah Lima Tahun dan Cinta Kemanusiaan dari Ternate

8 Januari 2026 - 14:46 WIB

Pembinaan Kemandirian di Lapas Jailolo, WBP Rawat Tanaman Kacang Tanah

8 Januari 2026 - 02:11 WIB

Awali Tahun 2026, Kanwil Ditjenpas Malut Gelar Tes Urine Seluruh Pegawai

7 Januari 2026 - 13:10 WIB

WBP Lapas Tobelo Jalani Pembinaan Kemandirian Pertanian dan Jasa Cuci Kendaraan

7 Januari 2026 - 04:08 WIB

Trending di Berita