TERNATE, DM- Sabtu pagi, (15/11/2025) di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ternate terasa berbeda. Di ruang itu, para pegawai dari berbagai Unit Pelaksana Teknis Imigrasi dan Pemasyarakatan berkumpul bukan untuk rapat atau koordinasi, melainkan untuk sebuah misi kemanusiaan: mendonorkan darah.
Di antara barisan aparatur negara yang datang, tampak jajaran Bapas Kelas II Ternate yang hadir dengan semangat pengabdian. Dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Ternate, Apriani, mereka datang membawa kekuatan sederhana namun berarti besar—kemauan untuk berbagi kehidupan.
Kepala Bapas, Apriani, saat bersiap melakukan donor darah
“Donor darah ini bukan hanya seremonial Hari Bakti, tapi bagian dari tanggung jawab moral kita untuk hadir bagi masyarakat,” ujar Apriani dengan tegas. Baginya, Hari Bakti Kemenimipas ke-1 bukan sekadar perayaan, tetapi momentum menegaskan bahwa institusi pemasyarakatan tidak terpisah dari denyut kehidupan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ternate itu menjadi wadah bagi para pegawai untuk memberikan kontribusi nyata. Di tengah meningkatnya kebutuhan darah di rumah sakit, setiap kantong darah yang terkumpul menjadi harapan baru bagi pasien yang menunggu.
Beberapa pegawai tampak gugup, sebagian lain santai, namun semuanya datang dengan niat tulus membantu sesama. Suasana hangat terlihat ketika petugas PMI memberi arahan, disambut senyum para pendonor yang bergantian mengambil tempat di kursi donor.
Bagi Bapas Ternate, aksi ini adalah simbol solidaritas: bahwa tugas pemasyarakatan bukan hanya pembimbingan klien dan pelaksanaan regulasi, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat luas. Hari Bakti Kemenimipas menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak memiliki batas ruang kerja.
“Setetes darah mungkin kecil, tapi dampaknya besar bagi nyawa seseorang,” tutur Apriani.
Saat kegiatan berakhir, ruangan dipenuhi rasa puas dan bangga. Dari Ternate, semangat pengabdian itu mengalir—sama seperti darah yang mereka donorkan—membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan.