TIDORE, DM — Matahari pagi menyinari halaman Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan ketika ratusan guru berdiri tegak mengikuti upacara peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional. Di tengah barisan para pendidik yang mengenakan seragam kebesaran organisasi, Wali Kota Muhammad Sinen menyampaikan pesan yang terasa begitu dekat dengan denyut kehidupan para guru.
“Mungkin kita tidak punya tambang besar atau hasil bumi melimpah, tapi Tidore punya guru-guru hebat. Itulah kekayaan yang tidak bisa dihitung,” ujar Sinen dengan nada yang menghangatkan suasana.
Sambutannya bukan sekadar formalitas. Ia menyinggung peran guru sebagai agen pembelajaran, penjaga nalar kritis, dan pembentuk akhlak generasi muda. Sinen tak menutup mata terhadap tantangan murid zaman sekarang: kecanduan gawai, judi online, persoalan moral dan spiritual, hingga tekanan sosial ekonomi.
Di balik pidatonya, nampak sebuah gagasan besar: bahwa masa depan Tidore tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tapi oleh kualitas manusia yang dibentuk para guru hari ini.
Upacara berlangsung tertib, melibatkan perwakilan guru dari seluruh wilayah Tidore. Suara paduan suara dari SMA Negeri 3 Tidore menambah suasana haru, seakan mengingatkan bahwa profesi guru adalah panggilan jiwa, bukan sekadar pekerjaan.
Di akhir acara, para guru bersorak ketika nama-nama pemenang lomba diumumkan. Dari lapangan badminton hingga lomba pantun, momen itu menjadi perayaan kecil atas dedikasi mereka.
Hari itu, Tidore kembali mengingatkan bahwa cahaya pendidikan selalu datang dari ruang-ruang kelas—dan dari guru-guru yang setia berdiri di dalamnya.