Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 26 Nov 2025 03:28 WIB ·

Dari Tangki Bekas Menjadi Sumber Harapan: Kisah BUMDES Soahukum Kembangkan Budidaya Ikan Nila


 Dari Tangki Bekas Menjadi Sumber Harapan: Kisah BUMDES Soahukum Kembangkan Budidaya Ikan Nila Perbesar

MALUT, DM- Di Desa Soahukum, suara gemericik air dari enam bak meyco besar menjadi pertanda perubahan. Bak-bak itu dulu hanyalah tangki bekas operasional tambang, tetapi kini menjelma menjadi wadah kehidupan baru: kolam budidaya ikan nila yang digarap serius oleh BUMDES Satu dalam Kasih.

Semua bermula dari bantuan yang diberikan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui dukungan Presiden Direktur Haji Robert Nitiyudo Wachjo. Bagi warga Soahukum, bantuan ini bukan hanya fasilitas fisik, tetapi awal dari perjalanan menuju ekonomi yang lebih mandiri.

Kepala Desa Soahukum, Remer Hein Sinyiang, masih mengingat saat pertama kali meyco dipasang.

“Awalnya kami ragu apakah masyarakat bisa mengelola budidaya modern. Tapi setelah berjalan, hasilnya luar biasa,” ujarnya.

Tak hanya memberikan sarana, NHM dan Pemerintah Kecamatan Kao Barat mengajarkan teknik-teknik baru: penggunaan aerator, pengaturan sirkulasi, serta cara merawat ikan secara modern. Inovasi itu membuka mata masyarakat bahwa teknologi sederhana dapat mengubah hasil panen.

Di sudut desa, beberapa ibu-ibu tampak memberi pakan ikan sambil tersenyum. “Dulu ekonomi kami serba terbatas. Sekarang kami punya harapan baru,” kata salah satu warga dengan bangga.

Bagi NHM, bantuan ini bukan hanya program sosial. Irwan Malaka, Kadiv Pengembangan Berkelanjutan NHM, menyebut bahwa memanfaatkan tangki bekas sebagai meyco adalah cara perusahaan memastikan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi desa.

“Kami ingin meyco tidak hanya berguna hari ini, tetapi menjadi usaha yang terus bertumbuh,” katanya.

Harapan terbesar Remer kini sederhana: program ini menjadi pilot project bagi desa lain. “Jika Soahukum bisa mandiri lewat perikanan, desa lain juga bisa,” ujarnya penuh optimisme.

Dari kolam-kolam sederhana inilah, Soahukum membuktikan bahwa kemandirian bisa dimulai dari hal kecil — asalkan ada kerja sama, pendampingan, dan kepedulian yang berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Forkaloka NHM Rayakan Pra-Natal dengan Aksi Sosial bagi Kelompok Rentan

15 Desember 2025 - 16:37 WIB

Dari Pengukuhan hingga Pendataan: Misi KKSS–IWSS Menyatukan Warga Sulsel di Maluku Utara

15 Desember 2025 - 05:36 WIB

Kolaborasi Industri–Kampus: NHM Beri Wawasan Eksplorasi kepada Mahasiswa ITS

12 Desember 2025 - 00:42 WIB

Tiga Pena Terbaik KKSS Bersiap Terima Penghargaan di Kedaton Ternate: Pelantikan Sabtu Malam Jadi Momen Puncak

11 Desember 2025 - 09:40 WIB

Lepas dari Bayang-bayang Antam, PT NKA Tetapkan Andal Mandiri untuk Operasi yang Lebih Transparan

11 Desember 2025 - 07:50 WIB

Dari Ternate untuk Sumatera dan Aceh: Solidaritas NasDem Maluku Utara di Tengah Duka Bencana

10 Desember 2025 - 18:04 WIB

Trending di Berita