HALUT, DM- Di sudut Kecamatan Kao, aroma dedak dan suara riang bebek petelur kini menjadi keseharian baru di Kelompok Posi Posi Dua. Dari kandang sederhana yang dulu sepi, kini tumbuh sebuah harapan: menjadikan desa mereka pusat produksi telur bebek di wilayah lingkar tambang.
Perubahan itu dimulai ketika PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui NHM Peduli melihat potensi besar peternakan bebek untuk meningkatkan ekonomi desa. Bantuan datang bertahap: bibit bebek, pakan, mesin tetas, perangkat makan-minum, obat-obatan, serta vitamin.
![]()
Bagi ketua kelompok, Amir Wawa, perjalanan ini bukan sekadar membesarkan ternak.
“Dulu kami belum yakin bisa. Tapi dengan dukungan NHM, kami belajar teknik beternak yang benar dan mulai melihat hasilnya,” katanya dengan senyum bangga.
Tak hanya memberi bantuan fisik, NHM menyinergikan usaha ini dengan program lingkungan melalui pemanfaatan sisa makanan messhall Gosowong sebagai pakan tambahan. Hasilnya, biaya operasional menjadi lebih efisien, dan para peternak belajar menjalankan praktik usaha yang berkelanjutan.
Menurut Muhammad Irwan Malaka, Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM, inisiatif ini dipersiapkan sebagai pilot project yang diharapkan menginspirasi desa-desa lain.
“Kami ingin usaha ini tumbuh mandiri. Jika berhasil, model ini bisa diterapkan di banyak tempat, memberi manfaat yang lebih luas,” ujar Irwan.
Kini, setiap pagi warga melihat kelompok ternak semakin produktif—bibit tumbuh sehat, telur mulai dipanen, dan semangat anggota kelompok kian terpupuk.
Di balik kandang-kandang sederhana itu, tersembunyi mimpi besar: menjadikan peternakan bebek sebagai sumber penghidupan baru yang lahir dari kolaborasi antara masyarakat desa dan NHM.
Dan dari sinilah, Soahukum dan desa-desa sekitar mulai menapaki jalan kemandirian ekonomi yang lebih cerah.