Langit pagi di atas Halmahera Utara menjadi saksi sebuah perjalanan penting.
Di bawah deru baling-baling helikopter, seorang pasien bernama Hearty Babua memulai perjalanan menuju harapan—meninggalkan RSUD Tobelo, menuju RS Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.
Bukan perjalanan biasa.
Ia adalah perjalanan melawan waktu.
Selama berbulan-bulan, Hearty menjalani perawatan intensif. Diagnosis hidrosefalus dengan perdarahan di area otak membuatnya harus mendapatkan penanganan di fasilitas yang lebih lengkap.
Di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara, perjalanan rujukan medis seringkali tidak mudah. Jarak, akses, dan waktu menjadi tantangan tersendiri.
Namun hari itu, sebuah helikopter yang difasilitasi oleh PT Nusa Halmahera Minerals hadir menjadi jembatan.![]()
Di dalamnya, bukan hanya pasien yang diangkut—tetapi juga harapan keluarga.
Tiga anggota keluarga dan seorang perawat turut mendampingi, menyertai perjalanan yang sarat doa.
Bagi Irwan Malaka, bantuan ini adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.
Sementara bagi keluarga pasien, ini adalah titik terang di tengah ketidakpastian.
Apresiasi pun datang dari Piet Hein Babua, yang melihat langkah ini sebagai bentuk sinergi antara perusahaan dan pemerintah dalam melayani masyarakat.
Di tengah luasnya lautan dan keterbatasan akses, helikopter itu bukan sekadar alat transportasi.
Ia adalah jalan menuju kesempatan kedua.
Menuju harapan.
Menuju kehidupan.