Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah

Berita · 17 Apr 2026 16:00 WIB ·

NasDem Serukan “Rumah Teduh” di Maluku Utara


 NasDem Serukan “Rumah Teduh” di Maluku Utara Perbesar

HALTIM, DM– Di tengah dinamika sosial dan sisa-sisa ketegangan politik yang masih terasa, keluarga besar Partai NasDem Provinsi Maluku Utara menyuarakan ajakan kuat untuk merawat persatuan dan kebersamaan. Seruan itu disampaikan dalam sebuah pernyataan sikap usai acara Halal Bi Halal yang digelar di Aula Kantor Bupati Halmahera Timur.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, bersama jajaran pemerintah daerah, serta seluruh fraksi NasDem kabupaten/kota se-Maluku Utara. Turut hadir pula Korwil DPP Partai NasDem, Helmy Umar Muchsin, dan Bappilu DPW NasDem, Mulis Tapi-Tapi.

Pernyataan sikap dibacakan oleh Sekretaris Wilayah DPW NasDem Maluku Utara, Abdurahim Odeyani. Dalam pernyataannya, NasDem menegaskan komitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial di “Bumi Al-Mulk”.

Dalam suasana yang penuh kehangatan pasca Halal Bi Halal, seruan moral itu mengemuka sebagai respons atas berbagai riak konflik sosial dan gesekan antarkelompok yang belakangan mencuat. NasDem mengingatkan bahwa prasangka dan provokasi yang dibiarkan tumbuh dapat menjadi ancaman serius, tidak hanya bagi kondisi saat ini, tetapi juga bagi masa depan generasi mendatang.

“Yang kita butuhkan saat ini bukan keberanian untuk saling menyerang, tetapi keberanian untuk saling merangkul dan memaafkan,” demikian semangat yang mengemuka dalam pernyataan tersebut.

NasDem bersama pemerintah daerah dan pimpinan partai politik di Halmahera Timur secara tegas menolak segala bentuk kekerasan, provokasi, ujaran kebencian, serta praktik politik identitas yang berpotensi memecah belah masyarakat. Sebaliknya, mereka mengajak seluruh elemen—mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga perempuan—untuk memperkuat fondasi sosial berbasis kepercayaan dan kebersamaan.

Pendekatan dialog pun ditekankan sebagai jalan utama dalam menyelesaikan perbedaan. Setiap persoalan diharapkan diselesaikan melalui musyawarah yang bermartabat, dengan menjunjung tinggi nilai adat dan kemanusiaan.

Lebih dari sekadar pernyataan politik, seruan ini membawa harapan besar: menjadikan Maluku Utara sebagai “Rumah Teduh” bagi semua. Sebuah ruang bersama yang melindungi keberagaman dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga harmoni adalah tanggung jawab bersama—bukan hanya pemerintah atau partai politik, tetapi seluruh elemen masyarakat di Bumi Moloku Kie Raha.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Kemarau Picu Kerawanan, Kebakaran Landa Perkebunan Makaeling

31 Agustus 2026 - 05:21 WIB

AMSI-BI Malut Bekali Pelajar Lawan Hoaks di Era Digital

27 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Hadapi Akses Sulit dan Cuaca Tak Menentu, ERT NHM Tetap Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

26 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Dari Air Limbah Menjadi Sumber Daya: NHM Bangun Sistem Air Terintegrasi di Gosowong

24 Agustus 2026 - 03:50 WIB

Dari Kao Barat untuk Ketahanan Pangan, NHM Perkuat Petani Lewat Pertanian Modern

20 Agustus 2026 - 03:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Sulbar Pimpin Upacara HUT ke-81 RI Bersama Jajaran Pemasyarakatan se-Mamuju Raya

18 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Trending di Berita