Menu ✖

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah

Berita · 24 Okt 2025 15:37 WIB ·

Ketika Pintu Rutan Terbuka: Napas Baru dari Maba Sangaji


 Ketika Pintu Rutan Terbuka: Napas Baru dari Maba Sangaji Perbesar

TIDORE, DM– Tepat di hari Jum’at, udara di halaman Rutan Kelas IIB Soasio terasa berbeda. Suara langkah kaki dan tatapan haru mewarnai momen kebebasan delapan warga adat Maba Sangaji, Halmahera Timur, yang akhirnya keluar dari balik jeruji setelah lima bulan mendekam.

Satu per satu mereka menapaki pintu gerbang rutan dengan wajah lega—Umar Manado, Salasa Muhamad, Jamaludin Badi, Yasir Hi Samad, Sahrudin Awat, Julkadri Husen, Hamim Djamal, dan Sahil Abubakar.

Bagi mereka, kebebasan ini bukan sekadar akhir hukuman, tapi juga simbol dari perjuangan panjang masyarakat adat dalam mempertahankan hak atas tanah dan lingkungan mereka.

Namun perjuangan itu juga meninggalkan luka. Vonis lima bulan penjara dijatuhkan setelah aksi mereka dianggap menghalangi kegiatan pertambangan PT Position, perusahaan yang memegang izin usaha pertambangan di wilayah adat Maba Sangaji.

Tiga rekan mereka — Alauddin Salamuddin, Indrasani Ilham, dan Nahrawi Salamuddin — belum beruntung. Mereka masih harus bertahan dua bulan lagi di balik jeruji karena pidana tambahan atas dugaan perampasan kunci kendaraan milik perusahaan.

Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Maluku Utara, Sa’id Mahdar, yang turut hadir dalam pembebasan itu, mengingatkan pentingnya menempuh jalur damai dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

“Perjuangan untuk kesejahteraan tidak salah. Tapi jangan melalui kekerasan. Kekerasan hanya akan melahirkan kerugian dan kehancuran,” ujarnya.

Bagi warga Maba Sangaji, perjalanan mereka belum usai. Di balik kebebasan hari itu, ada tekad baru untuk memperjuangkan keadilan dengan cara yang lebih bijak.

“Kami harap pengalaman ini menjadi pelajaran. Mereka bisa kembali ke masyarakat dan membawa perubahan,” tambah Sa’id.

Sore menjelang. Delapan warga itu melangkah meninggalkan Rutan Soasio. Di wajah mereka, ada lelah, ada luka, tapi juga ada harapan — bahwa perjuangan untuk tanah leluhur tak akan pernah padam.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Lewat Rescuer Goes to School, ERT NHM Bawa Edukasi Keselamatan ke Sekolah di Mimika

29 Oktober 2026 - 03:50 WIB

Hasby Yusuf Gagas FGD Propemperda 2027, Dorong Regulasi Malut Lebih Tepat Sasaran

27 Oktober 2026 - 06:06 WIB

NHM Kerahkan Armada Padamkan Karhutla di 9 Desa

27 Oktober 2026 - 04:44 WIB

Gajali Kembali Pimpin APINDO Malut, Fokus Sambungkan Ekonomi Hulu-Hilir

25 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Bukan Sekadar Bangun Fasilitas, NHM Peduli Libatkan Warga Tabanoma Kelola Air Bersih

22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

ERT NHM Siap Berlaga di IFRC 2026

20 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Trending di Berita