TERNATE, DM- Di halaman SMPN 1 Kota Ternate, Selasa pagi itu, suasana berbeda terasa sejak lonceng pertama berbunyi. Hari Guru Nasional yang bersamaan dengan HUT ke-80 PGRI dirayakan secara sederhana namun penuh kesan. Upacara yang dipimpin Kepala Sekolah Hj. Endang Hermanto berlangsung hening, namun mengalirkan suasana reflektif bagi para guru yang berdiri tegap di lapangan.
Dalam sambutannya, Hj. Endang menyampaikan pesan yang menyentuh: ajakan bagi para guru untuk terus meneguhkan jati diri dan memperkuat integritas profesi. Sementara kepada siswa dan orang tua, ia mengingatkan pentingnya menghormati perjuangan guru yang tidak pernah berhenti melahirkan generasi baru.
Setelah upacara selesai, suasana berubah menjadi lebih ceria. Para siswa muncul dengan kostum cosplay, menirukan gaya mengajar guru mereka. Ada yang membawa buku besar seperti guru matematika, ada yang menirukan suara lantang guru olahraga, bahkan ada yang dengan lucunya meniru cara guru menegur siswa yang ribut di kelas. Tawa pecah, tetapi semua tahu bahwa itu adalah wujud kasih sayang.
Momen paling manis datang ketika siswa-siswi bergiliran maju memberikan hadiah kecil kepada guru mereka—bungkus rapi berisi cokelat, bunga kertas, surat tulisan tangan, hingga bingkisan sederhana. Hadiah itu mungkin tidak seberapa, tetapi nilainya jauh lebih dalam: ungkapan cinta untuk pahlawan yang menemani masa-masa biru putih mereka.
Hari Guru di SMPN 1 Ternate bukan sekadar perayaan. Ia menjadi ruang refleksi, ruang apresiasi, sekaligus ruang tawa yang mengingatkan bahwa di balik tugas berat para pendidik, selalu ada anak-anak yang mengagumi mereka dengan tulus.