TOBELO, DM- Empat tahun lalu, api melalap Gereja Pusat Imanuel Gamsungi di Tobelo. Asap dan puing kala itu menjadi saksi ujian iman jemaat GMIH. Namun menjelang Natal 2025, kisah itu berbalik menjadi cerita harapan—gereja yang sempat hancur kini kembali berdiri megah.
Melalui dukungan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Gereja Pusat GMIH Tobelo resmi diresmikan dan ditahbiskan pada 23 Desember 2025. Peresmian ini menjadi simbol kebangkitan iman sekaligus wujud nyata kolaborasi antara jemaat, pemerintah, dan dunia usaha dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif di Maluku Utara.
Prosesi peresmian dihadiri perwakilan NHM Rara Dodo Lawolo, Direktur Operasional/Kepala Teknik Tambang NHM, mewakili Presiden Direktur Haji Robert Nitiyudo Wachjo. Hadir pula Sekretaris Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Ketua DPRD Christina Lesnussa, jajaran Forkopimda, pimpinan dan pendeta GMIH, serta tokoh agama dan pemuda.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Nyoter Koenoe, mengingatkan kembali peristiwa kebakaran 17 Februari 2021 yang sempat mengguncang iman jemaat. Ia menyebut dukungan NHM dan Haji Robert Nitiyudo Wachjo sebagai kekuatan moral dan material yang membuat pembangunan kembali gereja dapat terwujud.
Dalam sambutannya, Rara Dodo Lawolo menegaskan bahwa dukungan NHM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kerukunan dan moderasi beragama. “Kami berharap gereja ini menjadi ruang ibadah yang membawa penguatan iman, kedamaian, dan kebersamaan,” ujarnya.
Peresmian gereja yang dilaksanakan menjelang Natal ini pun menjadi anugerah tersendiri bagi umat Kristiani Tobelo, yang kini dapat merayakan Natal dengan penuh syukur di rumah ibadah yang baru—sebuah simbol iman, toleransi, dan persaudaraan.