Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 10 Okt 2025 13:11 WIB ·

Rio C. Pawane Dukung Hilirisasi dan Modernisasi Industri Kelapa di Maluku Utara: Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Pengusaha Muda


 Rio C. Pawane Dukung Hilirisasi dan Modernisasi Industri Kelapa di Maluku Utara: Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Pengusaha Muda Perbesar

TERNATE, DM — Calon Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Maluku Utara periode 2025–2028, Rio C. Pawane, menyatakan dukungan kuat terhadap hilirisasi dan modernisasi industri kelapa di Maluku Utara. Menurutnya, sektor kelapa bukan hanya unggulan daerah, tetapi juga memiliki nilai historis yang tinggi karena petani kelapa turut berperan dalam proses pemekaran Provinsi Maluku Utara.

“Petani kelapa adalah bagian penting dari sejarah berdirinya Maluku Utara. Karena itu, sudah sepatutnya mereka mendapat perhatian dan apresiasi nyata dalam bentuk peningkatan kesejahteraan,” ujar Rio kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).

Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Pengusaha Muda

Rio menilai, selama ini pengembangan industri kelapa di Maluku Utara masih terlalu bergantung pada pengolahan isi kelapa menjadi kopra hitam atau kopra putih. Padahal, potensi besar justru ada pada serabut dan tempurung kelapa yang sering terbuang tanpa dimanfaatkan.

“Pemerintah dan pengusaha harus berkolaborasi. Tidak cukup hanya menambah pabrik pengolahan kelapa, tapi juga perlu menghadirkan investasi peralatan di tingkat petani atau desa agar serabut dan tempurung bisa diolah secara produktif,” jelasnya.

Menurut Rio, model pengembangan berbasis desa akan menciptakan nilai tambah langsung bagi petani. Hasil pengolahan serabut dan tempurung dapat menjadi bahan industri seperti cocopeat, cocofiber, briket arang, dan kerajinan lokal yang bernilai ekonomi tinggi.

Solusi Alternatif: Skema Bagi Hasil dan Koperasi

Lebih lanjut, Rio mengakui bahwa tidak realistis jika semua investasi alat pengolahan dibebankan kepada petani. Karena itu, ia menawarkan solusi alternatif melalui bantuan pemerintah serta kemitraan antara pengusaha muda dan petani.

“Pemerintah bisa menyalurkan bantuan alat, sedangkan pengusaha muda dapat menjadi mitra yang mengoordinir satu hingga dua desa penghasil kelapa dengan sistem kerja sama atau bagi hasil. Dengan begitu, pengembangan bisa berjalan efektif dan saling menguntungkan,” ungkap Rio.

Ia juga menyoroti peran penting Koperasi Merah Putih yang sudah terbentuk di Maluku Utara sebagai jembatan distribusi dan pengelolaan hasil olahan kelapa. Koperasi tersebut, kata Rio, dapat menjadi penghubung antara petani, pengusaha, dan pasar, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Momentum HUT ke-26 Maluku Utara

Menjelang Hari Ulang Tahun ke-26 Provinsi Maluku Utara, Rio berharap momen tersebut menjadi titik balik bagi peningkatan kesejahteraan petani di daerah ini.

“Semoga perayaan ulang tahun ke-26 Maluku Utara menjadi momentum lompatan ekonomi bagi petani kelapa. Dengan hilirisasi dan modernisasi industri, kita bisa membangun Maluku Utara yang lebih mandiri dan berdaya saing,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 61 kali

Baca Lainnya

Kesepakatan Rekonsiliasi Tidak Tercapai, Rio Pawane dan 5 BPC Tolak Pelantikan HIPMI Maluku Utara

14 April 2026 - 13:06 WIB

Konflik Memanas, Rio Pawane dan 5 BPC Gugat Ketum dan Sekjen BPP HIPMI ke Pengadilan Negeri

14 April 2026 - 13:03 WIB

NasDem Malut: Isu Fusi Itu Hoaks Murahan

13 April 2026 - 14:29 WIB

Terbang Menuju Harapan: Kisah Evakuasi Medis dari Halmahera Utara ke Manado

13 April 2026 - 13:10 WIB

Dari Puing ke Harapan: Sentuhan Langsung Gubernur Sherly di Batang Dua Bangkitkan Semangat Warga

11 April 2026 - 03:58 WIB

Kanwil Ditjenpas Malut Ikuti Sosialisasi Kehumasan dan Pelatihan Penulisan Berita di Ternate

10 April 2026 - 05:05 WIB

Trending di Berita