TERNATE, DM – Suara mesin rontgen terdengar bergantian di Aula Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ternate, Selasa (11/11/2025) pagi. Satu per satu Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) menjalani pemeriksaan dada. Tak ada yang tampak tegang — mereka tahu, kegiatan ini adalah bentuk perhatian terhadap kesehatan mereka.
Kegiatan tersebut merupakan program penemuan kasus TBC (Tuberkulosis) melalui metode CXR (Chest X-Ray), hasil kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Dinas Kesehatan Kota Ternate, dan PT Cito Putra Utama, dengan pendampingan dari Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku Utara.
Program ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari gerakan nasional menuju “Lapas dan Rutan Bebas TBC”, yang sejalan dengan target Indonesia Bebas TBC 2030.
Kepala Kanwil Ditjenpas Malut, Said Mahdar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirwatkeshab Ditjenpas Nomor PAS.6.PK.07.03-309, yang menekankan pentingnya deteksi dini TBC di lingkungan pemasyarakatan.
“TBC masih menjadi tantangan serius di ruang tertutup seperti Lapas dan Rutan. Deteksi dini melalui rontgen ini penting untuk memastikan setiap warga binaan dan anak didik tetap sehat dan terlindungi,” ujar Said.
Selain mendeteksi gejala, kegiatan ini juga bertujuan mencegah penularan lebih luas di lingkungan tertutup. Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis profesional dengan dukungan penuh dari petugas kesehatan dan pembimbing kemasyarakatan.
Upaya kolaboratif antara Kemenimipas dan Kemenkes ini mendapat apresiasi dari peserta dan petugas LPKA. Mereka menilai, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen nyata negara dalam memberikan perhatian setara bagi semua warga, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan.
“Ini bukan hanya pemeriksaan kesehatan, tapi juga bentuk kasih sayang negara kepada anak-anak binaan agar mereka tumbuh sehat dan punya masa depan,” ujar salah satu petugas pendamping.
Bagi Kanwil Ditjenpas Malut, kegiatan ini adalah simbol sinergi yang hidup — antara kepedulian dan tanggung jawab. Langkah kecil di aula LPKA Ternate itu mungkin sederhana, tapi gema komitmennya jelas: tak ada satupun anak negeri yang dibiarkan rentan terhadap penyakit, bahkan di balik jeruji.