TERNATE, DM- Deretan tamu penting tampak memenuhi aula LPKA Kelas II Ternate pada Rabu pagi. Suasana hangat menyambut puncak Hari Bakti Kemenimipas Ke-1, sebuah perayaan yang bukan hanya sekadar tasyakuran, tetapi juga simbol babak baru perjalanan dua institusi strategis: imigrasi dan pemasyarakatan.
Bagi Kanwil Ditjenpas dan Ditjenim Maluku Utara, puncak peringatan ini memiliki makna lebih dari sekadar formalitas. Kakanwil Ditjenpas Said Mahdar menegaskan bahwa penyatuan fungsi keimigrasian dan pemasyarakatan dalam satu naungan adalah langkah besar yang menuntut harmoni, percepatan, dan transformasi layanan.
![]()
“Meski tergolong muda sebagai nomenklatur, Kemenimipas memiliki tanggung jawab filosofis dan strategis untuk memperkuat pelayanan negara,” ucap Said.
Tema “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa” menjadi benang merah acara, mencerminkan harapan agar seluruh insan Kemenimipas di Malut bergerak dalam satu frekuensi: memperkuat pelayanan publik, menjaga amanah, serta mengedepankan integritas.
Tak hanya tasyakuran, pameran karya WBP memberi warna tersendiri. Berbagai kerajinan tangan dipamerkan, menegaskan bahwa pembinaan di lapas bukan hanya soal pembatasan, tetapi juga pemberdayaan.
Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng—sebuah simbol sederhana namun sarat makna: awal baru yang lebih solid dalam pelayanan hukum, keamanan, dan kemanusiaan.