HALMAHERA UTARA, 19 Februari 2026 — Tangis kecil Pratiwi Baba (4) pernah memenuhi ruang perawatan saat tubuh mungilnya didiagnosis kanker darah. Anak asal Desa Sangowo Timur, Kecamatan Morotai Timur itu harus meninggalkan kampung halamannya demi berjuang melawan leukemia.
Akses layanan kesehatan di wilayah kepulauan bukan perkara mudah. Dari RSUD Tobelo pada Agustus 2025, Pratiwi dirujuk ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Perjalanan panjang itu menjadi titik awal perjuangan lima bulan melawan kanker.
Melalui program tanggung jawab sosial NHM Peduli, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memberikan pendampingan menyeluruh. Sejak 29 Agustus 2025 hingga 3 Februari 2026, Pratiwi menjalani perawatan intensif di Manado dengan dukungan penuh tim NHM Peduli.
dr. Syamsul Bahri, pendamping tim NHM Peduli, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas biaya pengobatan.
“Kami membantu mulai dari pengurusan administrasi BPJS Kesehatan, fasilitas transportasi, akomodasi, hingga kebutuhan dasar keluarga pendamping selama di Manado,” jelasnya.
Setelah hampir lima bulan berjuang, tim medis menyatakan kondisi Pratiwi membaik. Pada 5 Februari 2026, ia diperbolehkan kembali ke Tobelo untuk melanjutkan kontrol rutin di RSUD Tobelo.
Ayah Pratiwi, M. Abdi Baba, mengaku sempat kehilangan harapan saat putrinya pertama kali dirawat.
“Bantuan dan pendampingan dari Bapak Haji Robert melalui tim NHM Peduli menjadi kekuatan besar bagi keluarga kami. Alhamdulillah, Tiwi bisa menjalani pengobatan dan kini pulang dalam kondisi membaik,” ungkapnya haru.
Melalui NHM Peduli, perusahaan tambang emas yang mengoperasikan Tambang Emas Gosowong di Halmahera Utara itu terus menjalankan program sosial di bidang kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah lingkar tambang.
PT NHM merupakan perusahaan pemegang Kontrak Karya sejak 28 April 1997 dengan komposisi saham 75% PT Indotan Halmahera Bangkit dan 25% PT Aneka Tambang Tbk.