TERNATE, DM – Di Jalan Kapitan Pattimura, Kota Ternate, sebuah sekretariat sederhana selalu hidup oleh tawa, cerita, dan rindu yang terobati. Di sanalah, para perantau asal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Maluku Utara merajut kebersamaan, menjaga silaturahmi, dan merawat rasa sebagai keluarga di tanah rantau.
Tak ada panggung megah, tak pula sorak sorai berlebihan. Yang ada hanyalah meja domino, secangkir kopi, dan semangat kekeluargaan yang tak pernah pudar. Melalui berbagai lomba dan turnamen domino yang rutin digelar di sekretariat, KKSS menghadirkan ruang pulang bagi para perantau—tempat berbagi cerita, melepas lelah, dan saling menguatkan.
Ketua BPW KKSS Provinsi Maluku Utara, H. Rajman, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar permainan atau perlombaan. Lebih dari itu, domino menjadi jembatan kebersamaan, sarana mempererat hubungan antarsesama warga KKSS.
“Ini ajang silaturahmi, memperkuat tali kekeluargaan di tanah rantau. Hadiah tidaklah seberapa, tapi nilai kebersamaan dan kekeluargaan itulah yang paling utama,” ujar Rajman dengan senyum hangat.
Menurutnya, turnamen semacam ini sengaja digelar secara rutin agar sekretariat KKSS tetap hidup dan menjadi rumah bersama bagi seluruh perantau Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Maluku Utara.
Di sudut ruangan, Ridho, salah satu warga KKSS yang hampir tak pernah absen hadir, mengaku selalu menantikan kegiatan seperti ini. Baginya, sekretariat bukan hanya tempat berkumpul, tetapi ruang untuk merasa diterima dan dihargai.
“Di sini kita bukan sekadar main domino. Kita ketemu saudara, tertawa bersama, saling cerita. Rasa rindu kampung halaman sedikit terobati,” ujarnya lirih.
Di tengah kesibukan dan kerasnya kehidupan di tanah rantau, KKSS Maluku Utara menghadirkan kehangatan yang sederhana namun bermakna. Dari meja domino di Jalan Kapitan Pattimura, persaudaraan terus dijaga, rindu kampung halaman dirawat, dan kebersamaan diwariskan—bahwa sejauh apa pun merantau, keluarga tetap bisa ditemukan.