HALUT, SerambiTimur– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo menjadi salah satu titik pelaksanaan panen raya serentak nasional yang digelar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini menegaskan peran strategis pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan.
Panen raya tanaman caisim tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku Utara, Said Mahdar, bersama Kabag Tata Usaha dan Umum, Kabid Pelayanan dan Pembinaan, Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan, serta jajaran instansi vertikal dan mitra kerja.
Unsur yang hadir meliputi Dinas Pertanian Halmahera Utara, Polres Halmahera Utara, Kodim 1508 Tobelo, Kejaksaan Negeri Halut, Pengadilan Negeri Tobelo, BNN Halut, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tobelo, pemerintah kecamatan, serta perbankan.
Secara nasional, kegiatan panen raya ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan diikuti seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia melalui metode daring. Acara tersebut dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Kakanwil Ditjenpas Malut menyampaikan bahwa panen raya ini merupakan capaian penting yang menunjukkan sinergi kuat antara pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.
“Program ketahanan pangan di Lapas bukan sekadar menghasilkan komoditas, tetapi juga membentuk karakter, etos kerja, dan kemandirian warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” kata Said Mahdar.
Ia menambahkan, seluruh UPT Pemasyarakatan di Maluku Utara turut ambil bagian dalam panen raya ini, dengan hasil pertanian berupa caisim, sawi, kangkung, timun, dan jagung.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kanwil Ditjenpas Maluku Utara dalam mendukung kebijakan nasional serta memperkuat peran pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.