Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita · 15 Apr 2026 08:32 WIB ·

Rio Pawane dan 5 BPC: Tidak Ada Lagi Ruang Rekonsiliasi untuk HIPMI Malut


 Rio Pawane dan 5 BPC: Tidak Ada Lagi Ruang Rekonsiliasi untuk HIPMI Malut Perbesar

TERNATE, DM — Konflik internal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara kian memanas. Setelah melalui serangkaian upaya mediasi yang difasilitasi oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, kubu Rio Pawane bersama lima Badan Pengurus Cabang (BPC) menyatakan tidak ada lagi ruang rekonsiliasi dalam penyelesaian konflik tersebut.

Dinamika yang awalnya terjadi di tingkat daerah kini telah bergulir hingga ke pusat. BPP HIPMI sebelumnya mendorong rekonsiliasi antara dua kubu, yakni Rio Pawane dan Firdaus Amir, sebagai jalan tengah untuk meredam konflik dan menjaga soliditas organisasi. Namun, proses tersebut tidak membuahkan hasil.

Rio Pawane mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal telah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan melalui rekonsiliasi. Bahkan, sejumlah kompromi telah dilakukan guna mencapai titik temu bersama.

“Kami menerima upaya rekonsiliasi demi kepentingan HIPMI Maluku Utara. Ketika pihak Firdaus menolak menandatangani kesepakatan rekonsiliasi dan menolak sejumlah nama yang diusulkan menjadi pengurus maka hal ini menandakan bahwa memang sejak awal pihak Firdaus tidak menginginkan rekonsiliasi,” ujar Rio.

Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan tidak adanya komitmen dari pihak lawan untuk menyelesaikan konflik secara konstruktif. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar bagi pihaknya untuk menyatakan bahwa rekonsiliasi tidak lagi relevan untuk dilanjutkan.

Pernyataan tegas juga datang dari lima BPC pendukung Rio Pawane. Melalui perwakilan Ketua Umum BPC Kota Ternate, Ghozal Elfridho, mereka menyatakan sikap menolak pelantikan kepengurusan HIPMI Maluku Utara sebelum adanya kesepakatan resmi yang ditandatangani.

“Kami menilai rekonsiliasi sudah tidak memiliki ruang lagi karena tidak ada keseriusan dari satu pihak. Sejak awal kami hanya meminta adanya kesepakatan tertulis yang ditandatangani di kantor BPP HIPMI di Jakarta, sebagai dasar bersama untuk menghindari konflik lanjutan di daerah. Namun itu tidak pernah terwujud,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tanpa adanya kesepakatan tertulis, pelantikan justru berpotensi memicu konflik baru ketika kepengurusan kembali ke daerah. Oleh karena itu, lima BPC secara tegas menolak segala bentuk pelantikan dalam kondisi saat ini.

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi BPP HIPMI untuk menentukan langkah strategis ke depan. Pernyataan tidak adanya ruang rekonsiliasi dari kubu Rio Pawane dan lima BPC dinilai sebagai sinyal kuat bahwa konflik internal HIPMI Maluku Utara telah memasuki fase yang lebih krusial dan membutuhkan keputusan tegas dari tingkat pusat secara adil dan transparan.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

NasDem Maluku Utara Desak Klarifikasi Tempo: Husni Bopeng Tegaskan Martabat Partai dan Ketum Tak Bisa Dilecehkan

15 April 2026 - 15:23 WIB

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Sanana Panen Harapan Lewat Buncis

15 April 2026 - 09:37 WIB

Rio Pawane dan 5 BPC: BPD HIPMI MALUT Siap Tidak Diikutsertakan dalam Munas, Fokus pada Kepentingan Daerah

15 April 2026 - 08:22 WIB

Kesepakatan Rekonsiliasi Tidak Tercapai, Rio Pawane dan 5 BPC Tolak Pelantikan HIPMI Maluku Utara

14 April 2026 - 13:06 WIB

Konflik Memanas, Rio Pawane dan 5 BPC Gugat Ketum dan Sekjen BPP HIPMI ke Pengadilan Negeri

14 April 2026 - 13:03 WIB

NasDem Malut: Isu Fusi Itu Hoaks Murahan

13 April 2026 - 14:29 WIB

Trending di Berita