Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah

Berita · 1 Jul 2026 15:37 WIB ·

Warga Kawasi Tolak Narasi Provokasi Pihak Luar


 Warga Kawasi Tolak Narasi Provokasi Pihak Luar Perbesar

OBI, DIM– Masyarakat Desa Kawasi, Pulau Obi, menegaskan komitmennya menjaga keamanan, ketertiban, dan kearifan lokal dari berbagai bentuk intervensi pihak luar yang dinilai berpotensi memicu konflik di tengah warga.

Melalui pernyataan sikap, warga menolak kehadiran kelompok maupun lembaga dari luar yang datang dengan membawa narasi provokatif atau agenda tertentu yang dapat mengganggu keharmonisan sosial yang selama ini terjaga di Desa Kawasi.

Warga menilai berbagai aktivitas yang mengeksploitasi isu-isu lokal demi kepentingan kelompok tertentu tidak hanya mengabaikan dampak sosial dan psikologis masyarakat, tetapi juga berpotensi memecah persatuan warga.

Salah seorang warga Desa Kawasi, Bambang Bakir, menegaskan masyarakat menginginkan setiap pihak yang datang ke wilayah mereka menghormati adat istiadat serta tata krama yang berlaku.

Menurutnya, siapa pun yang datang dengan alasan melakukan pendampingan, pembelaan, maupun kegiatan sosial harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh adat, dan tokoh agama setempat.

“Kami warga Kawasi sangat menjunjung tinggi keamanan dan kedamaian. Setiap elemen dari luar wajib menghormati kearifan lokal dan adat istiadat di sini. Jangan datang hanya untuk melempar narasi provokatif, membuat gaduh, lalu memecah belah warga. Jika kehadiran mereka tidak membawa solusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan kampung ini, kami minta dengan tegas agar mereka angkat kaki,” tegas Bambang.

Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dijamin konstitusi. Namun, kebebasan tersebut, kata dia, tetap harus menghormati hak masyarakat adat untuk hidup aman, damai, dan tertib.

Menurut Bambang, setiap bentuk aksi yang mengandung unsur provokasi, adu domba, maupun tindakan anarkis hanya akan memperkeruh situasi dan mencederai semangat persatuan yang selama ini dijaga masyarakat Kawasi.

Untuk mengantisipasi berkembangnya polemik, warga juga meminta aparat kepolisian meningkatkan pengawasan di pintu masuk desa serta mengambil tindakan tegas terhadap oknum dari luar yang diduga sengaja menyebarkan provokasi.

Masyarakat Kawasi menegaskan akan terus menjaga persatuan dan membentengi desa dari segala bentuk pengaruh luar yang berpotensi mengganggu keamanan, ketenteraman, serta kelestarian nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Ditjenpas Sulbar Perkuat Kesiapan Usulan Amnesti Lanjutan

30 Juni 2026 - 04:58 WIB

Said Mahdar, Pemimpin yang Tak Meninggalkan Luka

29 Juni 2026 - 12:01 WIB

Ribuan Suporter, Rezeki Besar UMKM Ternate

26 Juni 2026 - 08:36 WIB

Air Mengalir 24 Jam di Kawasi, Sungai Akelamo Jadi Penopang Kehidupan Permukiman Baru

24 Juni 2026 - 09:10 WIB

Kasus KDRT Bripka RAP: Dari Luka Berat, Rekonstruksi 16 Adegan, Hingga Klarifikasi yang Mengubah Segalanya

23 Juni 2026 - 18:10 WIB

Implementasi ‘Menambang dengan Hati’, NHM Fasilitasi Operasi Jantung Warga Lingkar Tambang

23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Trending di Berita