Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah

Berita · 24 Jun 2026 09:10 WIB ·

Air Mengalir 24 Jam di Kawasi, Sungai Akelamo Jadi Penopang Kehidupan Permukiman Baru


 Pompa dan Pengolahan Air di Sungai Akelamo (Dokumentasi: Istimewa) Perbesar

Pompa dan Pengolahan Air di Sungai Akelamo (Dokumentasi: Istimewa)

KAWASI, DIM — Dahulu, akses air bersih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Pulau Obi. Kini, di Permukiman Baru Desa Kawasi, air mengalir tanpa henti selama 24 jam, menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari warga.

Sumber kehidupan itu berasal dari Sungai Akelamo. Air sungai yang mengalir dari kawasan hulu tersebut tidak langsung digunakan, melainkan terlebih dahulu diolah melalui fasilitas pengolahan air yang disiapkan Harita Nickel sebelum didistribusikan ke rumah-rumah warga di kawasan permukiman baru.

Keberadaan sistem penyediaan air bersih ini menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan kawasan hunian yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan di Pulau Obi.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) menilai ketersediaan air bersih merupakan komponen utama yang menentukan kualitas hidup masyarakat di kawasan hunian baru.

Kepala Dinas Perkim Halmahera Selatan menjelaskan, kebutuhan air bersih warga Permukiman Baru Desa Kawasi dipasok dari Sungai Akelamo yang telah melalui proses pengolahan pada fasilitas yang dibangun Harita Nickel.

“Dengan adanya akses air bersih yang lebih teratur, masyarakat di permukiman baru Desa Kawasi kini memiliki kemudahan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Ini menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kenyamanan hidup warga,” ujarnya.

Menurutnya, infrastruktur air bersih tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan hunian yang sehat, tertata, dan layak huni.

Pandangan serupa disampaikan Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Rais D. Hi. Yusuf. Ia menilai keberhasilan sebuah kawasan hunian tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri, tetapi juga dari terpenuhinya layanan dasar yang dapat diakses secara merata oleh seluruh warga.

Menurut Rais, konsep hunian inklusif menempatkan kebutuhan dasar masyarakat sebagai pusat pembangunan. Salah satu indikator utamanya adalah tersedianya akses air bersih yang aman, mudah dijangkau, dan berkelanjutan.

Sungai Akelamo Sebagai Sumber Air Masyarakat (Dokumentasi: Istimewa)

“Ketika infrastruktur dasar seperti air bersih, fasilitas sosial, dan ruang hidup dibangun dengan pendekatan yang berpusat pada manusia, maka kawasan itu tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang tumbuh bagi masyarakat,” kata Rais.

Ia menambahkan, Permukiman Baru Kawasi menunjukkan bagaimana pembangunan kawasan dapat memadukan aspek kelayakan hidup, efisiensi tata ruang, dan keberlanjutan dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Penilaian tersebut sejalan dengan konsep livable, smart, dan sustainable yang sebelumnya ia sematkan untuk kawasan tersebut.

Bagi masyarakat, manfaat dari sistem penyediaan air bersih itu dirasakan secara langsung. Air yang tersedia sepanjang hari tidak hanya memudahkan aktivitas rumah tangga, tetapi juga meningkatkan kenyamanan serta kualitas lingkungan tempat tinggal.

Dengan memanfaatkan Sungai Akelamo sebagai sumber air baku yang dikelola melalui sistem pengolahan terintegrasi, Permukiman Baru Kawasi terus memperkuat layanan dasar bagi warganya. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung kehidupan masyarakat yang lebih baik sekaligus menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan di Pulau Obi.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Kasus KDRT Bripka RAP: Dari Luka Berat, Rekonstruksi 16 Adegan, Hingga Klarifikasi yang Mengubah Segalanya

23 Juni 2026 - 18:10 WIB

Implementasi ‘Menambang dengan Hati’, NHM Fasilitasi Operasi Jantung Warga Lingkar Tambang

23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Expo Spensa 2026 Meriah, Wali Kota Sebut Terbesar Tingkat Sekolah

19 Juni 2026 - 02:58 WIB

Mangrove NHM di Kao Tumbuh 90 Persen, Kawasan Pesisir yang Rusak Kini Kembali Hijau

18 Juni 2026 - 11:20 WIB

Penghargaan PROPER Biru Perkuat Komitmen NHM terhadap Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan

15 Juni 2026 - 06:26 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Rado Lawolo Ajak Masyarakat Bersinergi Menjaga Alam

11 Juni 2026 - 03:14 WIB

Trending di Berita