TERNATE, DIM– Bulan Muharram selalu menghadirkan ruang untuk merenung, berbagi, dan meneguhkan kembali makna kepedulian. Di bulan yang dimuliakan Allah SWT itu, senyum puluhan anak menghiasi Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kota Ternate, Sabtu (11/7/2026). Mereka datang dengan harapan, lalu pulang membawa lebih dari sekadar bantuan. Mereka membawa keyakinan bahwa masih banyak tangan yang peduli pada masa depan mereka.
Melalui kegiatan “Santunan Muharram 1448 H UPZ KKPJ: Berbagi Manfaat untuk Ummat di Bulan Allah,” Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kerukunan Keluarga Persaudaraan Jawa (KKPJ) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menghadirkan momentum berbagi yang sarat makna. Sebanyak 35 anak binaan menerima santunan Muharram sekaligus beasiswa pendidikan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap generasi penerus.![]()
Suasana hangat terasa sejak awal acara. Para penerima hadir bersama keluarga dengan wajah penuh antusias, sementara para pengurus KKPJ, relawan, dan tamu undangan larut dalam kebersamaan yang sederhana namun menghangatkan hati.
Turut hadir Kepala BPVP Kota Ternate, perwakilan Baznas, Ketua UPZ KKPJ, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KKPJ, Dewan Pembina dan Dewan Pengawas KKPJ, serta anggota KKPJ yang bersama-sama menjadi saksi semangat gotong royong dalam menebarkan manfaat kepada sesama.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi berbagai program UPZ KKPJ yang selama ini berfokus pada penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah secara profesional, transparan, dan amanah. Sosialisasi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap rupiah yang dititipkan para muzakki bukan sekadar angka, melainkan amanah yang harus kembali kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Puncak acara berlangsung ketika santunan dan beasiswa diserahkan kepada 35 anak binaan. Tatapan bahagia dan rasa syukur terpancar dari wajah para penerima. Bagi sebagian dari mereka, bantuan itu menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Bagi orang tua, bantuan tersebut menjadi peneguh bahwa perjuangan mereka tidak dijalani sendirian.
Ketua Panitia, Budi Utomo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UPZ KKPJ dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“UPZ akan selalu berkomitmen untuk berbagi dan bermanfaat bagi ummat, bukan hanya kalangan warga Jawa, tetapi seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan di Kota Ternate,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa semangat UPZ KKPJ melampaui batas-batas identitas. Kepedulian sosial tidak mengenal suku maupun latar belakang, melainkan berpijak pada nilai kemanusiaan dan ajaran Islam yang mengajak umatnya untuk saling menguatkan.
Pemilihan bulan Muharram sebagai waktu pelaksanaan kegiatan juga memiliki makna yang mendalam. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, Muharram menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak amal kebajikan, mempererat solidaritas sosial, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.
Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah, UPZ KKPJ ingin memastikan bahwa setiap bantuan tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi investasi sosial yang membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Kepercayaan para muzakki dan donatur menjadi energi utama agar manfaat tersebut terus mengalir kepada masyarakat yang membutuhkan.
Santunan Muharram 1448 Hijriah pun menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjelma menjadi pesan bahwa kepedulian adalah tanggung jawab bersama, dan bahwa keberkahan harta justru tumbuh ketika dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.
Di penghujung acara, senyum anak-anak yang menggenggam santunan dan beasiswa menjadi potret paling indah dari makna berbagi. Bantuan yang mereka terima mungkin memiliki nilai materi tertentu, tetapi harapan yang tumbuh di dalam hati mereka jauh lebih besar.
Karena pada akhirnya, di bulan Allah yang penuh kemuliaan ini, setiap uluran tangan bukan hanya menghadirkan kebahagiaan sesaat. Ia menjadi cahaya yang menyalakan harapan, menguatkan langkah, dan mengingatkan bahwa masih ada banyak orang yang percaya bahwa masa depan anak-anak itu layak untuk diperjuangkan bersama. (Pnd)