Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah

Uncategorized · 21 Jul 2026 05:14 WIB ·

Kebunku Ternate, Kisah Bang Raf Mengubah Hobi Menjadi Rezeki


 Kebunku Ternate, Kisah Bang Raf Mengubah Hobi Menjadi Rezeki Perbesar

TERNATE, DIM- Pandemi COVID-19 pada 2020 menjadi titik balik kehidupan Rafsanjani Karim. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, ia justru menemukan peluang dari kebun tanaman hias milik orang tuanya yang sempat tidak terurus karena sang ayah jatuh sakit.

Berawal dari keinginan merapikan kebun tersebut, Rafsanjani memotret koleksi tanaman yang ada, lalu mengunggahnya ke media sosial Facebook. Tak disangka, unggahan sederhana itu menarik perhatian banyak orang. Permintaan tanaman mulai berdatangan hingga menjadi awal lahirnya Kebunku Ternate, usaha tanaman hias yang kini dikenal masyarakat Kota Ternate.

Sebelum menekuni dunia usaha, Rafsanjani Karim bekerja sebagai pegawai di salah satu instansi pemerintah vertikal di Ternate selama lebih dari sembilan tahun. Setelah melalui berbagai pertimbangan, ia memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan memilih fokus mengembangkan usaha tanaman hias. Baginya, keputusan tersebut didasari keinginan membangun sumber penghasilan yang berkelanjutan, bukan sekadar menjalankan hobi.Tonton Videonya Disini

Saat pertama kali merintis usaha, koleksi tanamannya hanya terdiri dari satu jenis, yakni Anthurium Gelombang Cinta. Seiring berjalannya waktu, Kebunku Ternate terus berkembang dengan menghadirkan beragam tanaman indoor yang kini banyak diminati, seperti Philodendron, Monstera, Aglaonema, hingga tanaman tropis seperti Kadaka atau Pakis Haji.

Dalam merawat tanaman, Rafsanjani juga memiliki metode tersendiri. Untuk Aglaonema, misalnya, ia tidak menggunakan media tanah karena dinilai kurang mendukung pertumbuhan tanaman. Sebagai gantinya, ia memanfaatkan campuran sekam, sekam bakar, dan kompos hasil fermentasi limbah dapur sebagai media tanam sekaligus sumber nutrisi alami.

Menurut Rafsanjani, keberhasilan merawat tanaman bukan ditentukan oleh mitos memiliki “tangan dingin”. Ia meyakini bahwa siapa pun bisa berhasil selama memiliki kemauan untuk belajar. Seluruh pengetahuan yang dimilikinya diperoleh secara otodidak dengan terus mencari informasi dan tidak ragu bertanya kepada para pegiat tanaman yang lebih berpengalaman.

Tak hanya menjual tanaman hias, Kebunku Ternate kini juga melayani jasa pembuatan taman atau landscaping untuk rumah, perkantoran, maupun berbagai area lainnya. Dalam setiap pengerjaan, Rafsanjani terlebih dahulu mempelajari kondisi lahan, terutama intensitas cahaya matahari, agar dapat menentukan jenis tanaman yang paling sesuai, baik untuk area outdoor maupun indoor.

Meski demikian, mengembangkan usaha tanaman hias di Ternate bukan tanpa tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan media tanam premium yang lebih sulit diperoleh dibandingkan di Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat biaya pengadaan bahan menjadi lebih tinggi.

Melalui perjalanan usahanya, Rafsanjani Karim juga mengajak generasi muda, khususnya di Maluku Utara, untuk berani melihat peluang di sektor usaha. Menurutnya, anak muda tidak perlu hanya terpaku pada pilihan menjadi pegawai atau karyawan. Maluku Utara memiliki tanah vulkanik yang subur serta lingkungan yang masih minim polusi industri, sehingga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan di bidang perkebunan dan tanaman hias.

Ia menegaskan bahwa kunci utama membangun usaha adalah keberanian untuk memulai. Kesuksesan, menurutnya, tidak lahir dari sekadar rencana, tetapi dari tindakan nyata yang disertai proses belajar secara konsisten. Pengalamannya mengembangkan tiga pot Anthurium hingga menjadi puluhan koleksi menjadi bukti bahwa usaha yang dimulai dari langkah kecil dapat berkembang menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Kini, Kebunku Ternate hadir sebagai salah satu pusat tanaman hias di Kota Ternate. Berlokasi di kawasan Maliaro yang strategis di tengah kota, usaha tersebut siap melayani kebutuhan masyarakat akan tanaman hias sekaligus jasa pembuatan taman untuk hunian, perkantoran, maupun berbagai ruang hijau lainnya.

 

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Tim Hukum Rio Christian Pawane Ajukan Surat Keberatan ke Dewan Etik BPP HIPMI Terkait Caretaker dan MUSDALUB HIPMI Malut

9 Februari 2026 - 10:04 WIB

Menjelang Pelantikan KKSS–IWSS Maluku Utara 2024–2029: Rangkaian Penyambutan Dimulai, Puncak Acara Digelar 14 Desember 2025

11 Desember 2025 - 08:24 WIB

Pemprov Malut Resmi Terapkan E-Katalog Versi 6 Mulai 2026

9 Desember 2025 - 04:21 WIB

Musda HIPMI Maluku Utara ke-VI Hanya Dihadiri 5 BPC, Lima BPC Lain Tak Penuhi Tahapan Administratif

2 Desember 2025 - 15:49 WIB

Perwira Masuk Daftar Tersangka, Duka Ibu Prada Lucky Kembali Menganga

13 Agustus 2025 - 09:18 WIB

30 Tahun Warung Bude: Kisah Nasi Campur yang Sekolahkan Anak Jadi Sarjana

29 Mei 2025 - 18:08 WIB

Trending di Uncategorized