TERNATE, DIM – Gajali Abd Mutalib kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Maluku Utara periode 2026–2031. Ia terpilih dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) III APINDO Malut yang digelar di Muara Hotel Ternate, Minggu (25/10/2026).
Kepengurusan baru tersebut dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO, Shinta Widjaja Kamdani. Musprov kali ini mengusung tema “Mendorong Daya Saing Pengusaha Daerah, Kepastian Investasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara yang Inklusif dan Berkelanjutan”.
Dalam sambutannya, Gajali mengungkapkan, selama lima tahun kepemimpinannya, APINDO Malut berhasil memperluas konsolidasi organisasi hingga ke seluruh kabupaten/kota.
“Ketika kami menjadi ketua, APINDO di Maluku Utara belum terbentuk kepengurusan kabupaten/kota. Dalam lima tahun terakhir, kami melakukan konsolidasi ke 10 kabupaten/kota dan semuanya sudah terbentuk,” ujarnya.
Meski demikian, Gajali menyoroti belum meratanya manfaat pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang tercatat sangat tinggi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan masyarakat, terutama di wilayah lingkar tambang.
“Pertumbuhan Maluku Utara memang sangat besar, tetapi tingkat kemiskinan juga masih tinggi. Pemerataan ekonomi belum membumi. Dari 10 kabupaten/kota, empat di antaranya merupakan daerah tambang, tetapi kemiskinan justru masih terjadi di daerah tersebut,” ungkapnya.
Ia menegaskan, persoalan ketimpangan ekonomi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga dunia usaha. APINDO, kata Gajali, memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan peluang yang tersedia di kawasan industri.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan bersama pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, termasuk BTN, serta sejumlah lembaga lainnya.
“Tanpa menyiapkan mereka, kesenjangan akan tetap ada. Kami bersyukur Ibu Gubernur memiliki pandangan dan kemauan besar agar dunia usaha, khususnya UMKM, bisa tumbuh dengan baik ke depan,” tambahnya.
APINDO Dorong Ekonomi Biru dan UMKM Naik Kelas
Ketua Umum DPN APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, menilai Maluku Utara memiliki potensi besar untuk menjadi daerah dengan daya saing ekonomi yang kuat. Potensi tersebut ditopang tiga pilar utama, yakni industri unggulan, kekayaan alam dan laut, serta sektor pariwisata.
Shinta turut menyoroti pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 34,17 persen pada 2025, tertinggi di Indonesia.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, APINDO mendorong pengembangan ekonomi biru melalui budidaya rumput laut dan perikanan, penguatan UMKM melalui program APINDO UMKM Merdeka, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kewirausahaan melalui pelatihan manajerial.
Ia juga menekankan delapan agenda strategis bagi DPP APINDO Malut, mulai dari penciptaan lapangan kerja layak, pengawalan isu ketenagakerjaan, advokasi kebijakan usaha, pengembangan ekonomi lokal, penguatan keanggotaan, perluasan kepengurusan kabupaten/kota, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaksanaan program nasional APINDO.
Gubernur Soroti Rantai Ekonomi Hulu-Hilir
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengapresiasi sinergi pemerintah, APINDO, dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, ia menyoroti kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi makro yang tinggi dengan kondisi masyarakat di tingkat bawah.
“Antara hulu, yaitu petani, nelayan, UMKM, pedagang lokal, dengan hilir, yaitu IWIP, Harita, Antam, NHM, itu enggak nyambung. Rantai ekonominya belum tersambung dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi di hilir belum dirasakan oleh mereka yang ada di hulu,” tegas Sherly.
Gubernur juga menyoroti potensi kelautan Maluku Utara, khususnya budidaya rumput laut yang didukung kondisi laut yang bersih. Selain itu, posisi geografis Maluku Utara yang strategis dan dekat dengan negara-negara Asia-Pasifik seperti Jepang, China, Korea, dan Hong Kong dinilai membuka peluang ekspor langsung.
Kegiatan pengukuhan turut diisi sesi dialog bersama Ketua Umum DPN APINDO dan Gubernur Malut. Sejumlah isu dibahas, mulai dari kebutuhan UMKM, pengembangan sektor perikanan dan pertanian, hingga potensi pariwisata.
Dengan kembali terpilihnya Gajali Abd Mutalib, APINDO Maluku Utara diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan daya saing pengusaha daerah, serta menghubungkan potensi ekonomi lokal dengan kawasan industri demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.