Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah

Berita · 10 Okt 2025 12:08 WIB ·

Rio C. Pawane: Saatnya Petani Kelapa Maluku Utara Naik Kelas Lewat Hilirisasi dan Kolaborasi


 Rio C. Pawane: Saatnya Petani Kelapa Maluku Utara Naik Kelas Lewat Hilirisasi dan Kolaborasi Perbesar

TERNATE, DM– Di banyak desa di Maluku Utara, kelapa adalah simbol kehidupan. Dari hasil panen itulah biaya sekolah dibayar, rumah diperbaiki, dan dapur tetap mengepul. Namun di balik pohon-pohon kelapa yang menjulang di sepanjang pesisir, tersembunyi kenyataan: nilai ekonomi petani kelapa masih jauh dari layak.

Kondisi inilah yang memantik perhatian Rio C. Pawane, calon Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2025–2028. Ia datang membawa gagasan yang berani — mengubah paradigma lama industri kelapa melalui hilirisasi dan kolaborasi antar sektor.

“Petani kelapa harus naik kelas. Kita tidak bisa terus menjual kopra mentah. Serabut, tempurung, hingga limbah kelapa pun bisa jadi sumber penghasilan baru jika diolah dengan teknologi dan manajemen yang tepat,” kata Rio dengan nada optimis.

Baginya, masa depan industri kelapa di Maluku Utara terletak pada modernisasi berbasis desa. Di sinilah, kata dia, sinergi antara pemerintah, pengusaha muda, dan koperasi menjadi kunci. Pemerintah menyediakan alat dan infrastruktur dasar, pengusaha muda menghadirkan inovasi dan pasar, sementara koperasi mengatur tata kelola agar semua pihak diuntungkan.

“Kita bisa mulai dari hal kecil, seperti membuat briket arang dari tempurung, cocopeat untuk tanaman, hingga kerajinan berbahan serabut. Itu semua punya nilai jual tinggi dan bisa membuka lapangan kerja baru di desa,” jelas Rio.

Lebih jauh, Rio menilai Koperasi Merah Putih dapat menjadi tulang punggung distribusi dan pemasaran hasil olahan kelapa. Ia juga menegaskan, jika model kolaboratif ini berhasil diterapkan, Maluku Utara bisa menjadi sentra hilirisasi kelapa di kawasan timur Indonesia.

Menjelang ulang tahun ke-26 Provinsi Maluku Utara, Rio ingin momentum ini menjadi refleksi kolektif: “Sudah saatnya petani kelapa menjadi pelaku utama dalam rantai industri, bukan sekadar pemasok bahan mentah. Dari desa, kita bangun ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.”

Dengan gagasannya, Rio C. Pawane tak hanya berbicara soal bisnis, tetapi tentang mimpi besar mengubah nasib ribuan keluarga petani kelapa di bumi Maluku Utara.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

NHM Lolos Audit Surveillance 2, Sertifikasi ISO Lingkungan dan K3 Tetap Dipertahankan

7 September 2026 - 11:08 WIB

12 Tahun Jamaah Sholawat Walisongo: Merawat Shalawat, Menguatkan Silaturahmi

6 September 2026 - 12:37 WIB

Muhlisin Resmi Pimpin KKPJ Ternate, Bawa Semangat Guyub ke Babak Baru

6 September 2026 - 12:30 WIB

Lebih dari Lima Tahun Berjuang, NHM Peduli Dampingi Salsabila Jalani Pengobatan Spina Bifida

4 September 2026 - 05:37 WIB

Tak Kenal Lelah, Haji Robert dan Tim NHM Peduli Terus Dampingi Warga dengan Penyakit Berat

4 September 2026 - 05:30 WIB

Panen Perdana 2 Ton Nila Bioflok, NHM Dorong Ekonomi Produktif Desa Soahukum

3 September 2026 - 02:19 WIB

Trending di Berita