Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Hadline · 11 Nov 2025 12:36 WIB ·

“Ketika Kebersamaan Menjadi Jalan Pulang: Refleksi 49 Tahun KKSS”


 “Ketika Kebersamaan Menjadi Jalan Pulang: Refleksi 49 Tahun KKSS” Perbesar

Oleh: Hi. Rajman Makka, S.K.M.,M.Kes
Ketua BPW KKSS Provinsi Maluku Utara

Di setiap perantauan, dari Sabang hingga Merauke, dari Kuala Lumpur hingga Riyadh, ada satu benang merah yang menyatukan banyak hati: Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Organisasi ini bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi rumah batin bagi jutaan perantau Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja yang membawa nilai siri’ na pacce ke mana pun mereka melangkah.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos

Kini, ketika KKSS memasuki usia ke-49 dan bersiap menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Makassar pada 14–16 November 2025, momen ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan tahunan. Ia adalah refleksi perjalanan panjang setengah abad – tentang kebersamaan, pengabdian, dan ikhtiar membangun masa depan yang lebih kuat dan berdaya.

Rumah Besar yang Menyatu Tanpa Sekat

Bagi warga perantau asal Sulawesi Selatan, KKSS bukan hanya organisasi; ia adalah ikatan darah, budaya, dan solidaritas. Keanggotaannya terbuka – bukan hanya bagi mereka yang lahir di tanah Bugis-Makassar, tapi juga bagi siapa pun yang pernah menetap, berkeluarga, atau memiliki ikatan emosional dengan masyarakat Sulawesi Selatan.

Inilah yang menjadikan KKSS istimewa: jaringannya luas dan inklusif, membentang dari kampung nelayan hingga pusat bisnis metropolitan. Di setiap wilayah, semangat yang sama bergema: saling menopang, menjaga nama baik, dan memberi manfaat bagi sesama perantau.

Mukernas kali ini diharapkan bukan sekadar membahas agenda administratif, tetapi menjadi ruang konsolidasi strategis – merumuskan arah baru agar KKSS semakin berperan dalam memperkuat posisi warganya di tengah dinamika zaman.

Kemandirian dan Pemberdayaan: Jalan Panjang Menuju Daya Saing

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum yang menanamkan semangat “Engka maka na malomo” – berani melangkah jauh dengan keyakinan – KKSS tengah menapaki fase penting menuju kemandirian finansial dan penguatan sumber daya manusia.

Dua Satuan Tugas dan 34 departemen masa bakti 2025–2030 kini menjadi motor penggerak program kerja yang lebih fokus dan berdampak. Salah satu tonggak besar yang kini tengah berdiri adalah SMA Unggulan KKSS di Bone, yang progres fisiknya telah mencapai 40 persen.

Tidak berhenti di situ, KKSS juga mendorong peningkatan sarana pendidikan di Kalimantan Utara, serta menata aset yayasan di Pekanbaru. Target besar hingga 2029 mencakup pendirian lima sekolah unggulan nasional, pembentukan perguruan tinggi dengan tiga fakultas utama, dan pembinaan Generasi Emas KKSS yang siap bersaing di level global.

Langkah-langkah ini menegaskan bahwa KKSS bukan hanya menjaga silaturahmi – ia bergerak, membangun, dan mencerdaskan.

49 Tahun: Refleksi Nilai dan Jati Diri

Usia ke-49 bukan sekadar angka. Ia adalah catatan sejarah panjang tentang bagaimana nilai siri’ na pacce tetap hidup dalam denyut nadi para perantau. Siri’ menuntun untuk menjaga kehormatan dan integritas di mana pun berada, sementara pacce meneguhkan empati dan solidaritas sesama anak perantau.

Nilai-nilai ini menjadi kompas moral di tengah derasnya arus perubahan sosial dan ekonomi. Dari generasi ke generasi, semangat itu diwariskan: tetap tegar, tetap saling peduli, dan tetap menjaga marwah Sulawesi Selatan.

Saatnya Evaluasi, Saatnya Menatap ke Depan

Hampir lima dekade perjalanan bukan tanpa tantangan. KKSS telah berhasil mempertahankan kekompakan dan loyalitas tinggi di kalangan anggotanya. Namun zaman berubah. Mobilitas ekonomi, digitalisasi, serta dinamika politik dan sosial menuntut organisasi ini beradaptasi lebih cepat.

Mukernas 2025 menjadi forum yang sangat penting untuk evaluasi menyeluruh dan konstruktif: menguatkan capaian, memperbaiki kelemahan, dan merancang inovasi baru yang lebih relevan. Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan KKSS tetap menjadi organisasi yang hidup, responsif, dan berdaya guna bagi anggotanya.

Menuju Masa Depan yang Kokoh dan Bermakna

Memasuki usia setengah abad, KKSS berada di titik krusial. Penguatan tata kelola, transparansi keuangan, dan transformasi digital organisasi menjadi agenda prioritas. Basis data anggota yang terintegrasi dan sinergi antarwilayah akan memperkuat soliditas organisasi di masa depan.

Mukernas dan HUT ke-49 bukan sekadar perayaan nostalgia. Keduanya adalah titik tolak menuju masa depan – masa di mana KKSS tidak hanya menjadi simbol solidaritas, tetapi juga pusat energi sosial, ekonomi, dan intelektual bagi seluruh warga Sulawesi Selatan di mana pun mereka berada.

Karena sejatinya, KKSS bukan hanya tentang asal-usul, tetapi tentang arah dan tujuan bersama.

Dan selama nilai siri’ na pacce tetap menjadi jiwa, KKSS akan selalu berdiri tegak – menjadi rumah besar yang hangat, berdaya, dan membanggakan bagi seluruh anak rantau Sulawesi Selatan di seluruh penjuru dunia.

Artikel ini telah dibaca 69 kali

Baca Lainnya

Menerjang Badai di Laut Halmahera: Kisah Menegangkan Rombongan NasDem Malut Pulang dari Safari Ramadhan

16 Maret 2026 - 06:38 WIB

Ketika Helikopter Menjadi Harapan: Kisah Evakuasi Pasien dari Tobelo Menuju Manado

13 Maret 2026 - 03:36 WIB

Satlantas Polres Halteng Bagikan Takjil, Perkuat Kedekatan Polri dan Masyarakat di Ramadan

12 Maret 2026 - 08:29 WIB

Hangatnya Ramadan di Jailolo: Safari NasDem Rajut Silaturahmi dan Tebar Kepedulian untuk Masyarakat

9 Maret 2026 - 20:17 WIB

Menanam Nilai Kebangsaan Sejak Dini, Hasby Yusuf Sosialisasikan 4 Pilar di Dua Sekolah di Ternate

9 Maret 2026 - 14:26 WIB

Ramadan di Lingkar Tambang: NHM Sambangi 39 Desa, Rajut Silaturahmi di Masjid-Masjid Halmahera Utara

9 Maret 2026 - 05:42 WIB

Trending di Berita