LABUHA, DM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha turut ambil bagian dalam kegiatan virtual Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang digelar secara nasional, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti langsung dari Lapas Kelas III Labuha pada pukul 11.15 WIT hingga selesai. Panen raya serentak ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan nasional di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas III Labuha melaksanakan panen hasil pertanian berupa jagung, timun, kangkung, sawi, buncis, dan selada. Seluruh hasil panen merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pemanfaatan lahan pertanian lapas secara berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan ini tidak hanya mendukung kebijakan nasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan produktif bagi warga binaan.
“Seluruh kegiatan pertanian dikelola secara berkelanjutan dengan melibatkan langsung Warga Binaan, sehingga mereka memiliki keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat,” ujarnya.
Dalam sambutannya secara virtual, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menekankan pentingnya pemanfaatan lahan secara produktif, pemberdayaan WBP, serta sinergi antarunit kerja dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan panen raya ini juga menjadi sarana evaluasi dan apresiasi atas pelaksanaan program ketahanan pangan yang telah berjalan di seluruh jajaran pemasyarakatan.
Lapas Kelas III Labuha mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh antusias, serta mencermati arahan pimpinan sebagai pedoman pengembangan program ke depan. Kegiatan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Ke depan, Lapas Kelas III Labuha berkomitmen mengoptimalkan program ketahanan pangan, meningkatkan keterlibatan WBP dalam pembinaan kemandirian bidang pertanian, serta menjadikan arahan pimpinan sebagai dasar penguatan program berkelanjutan.