GOSOWONG, Ketika banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, tidak hanya aparat pemerintah yang bergerak. Dari Maluku Utara, Tim Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) turut hadir di garis depan, mengevakuasi korban, memberikan pertolongan medis, hingga menembus wilayah terisolasi untuk menyalurkan logistik.
Dedikasi kemanusiaan itulah yang kini berbuah apresiasi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara memberikan piagam penghargaan kepada NHM atas kontribusi aktifnya dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah di Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan oleh tim ESDM Siaga Bencana sebagai bentuk pengakuan atas peran nyata NHM dalam operasi tanggap darurat banjir bandang dan tanah longsor. Tim ERT NHM yang dikoordinir Zakaria Barham terlibat langsung dalam penyelamatan dan evakuasi korban, penyediaan tenaga paramedis bagi korban luka, serta distribusi bantuan ke lokasi-lokasi terdampak.
Piagam penghargaan diserahkan kepada Denny Lesmana, General Manager Geology Resources & Support – Project & Planning NHM, di Gedung Administrasi Gosowong, Jumat (16/1).
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas kesiapsiagaan bencana yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Denny. Ia menegaskan, kesiapsiagaan bukan sekadar respons darurat, tetapi komitmen jangka panjang untuk meminimalkan dampak bencana dan mempercepat pemulihan masyarakat.
Selama ini, NHM tak hanya hadir saat bencana terjadi. Perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Utara tersebut juga aktif melakukan edukasi kebencanaan di wilayah lingkar tambang, sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh dan waspada terhadap risiko bencana.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, menurut NHM, menjadi kunci utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.