Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah

Berita · 3 Jun 2026 11:08 WIB ·

Rompi Merah Muda di Ujung Skandal MBG


 Rompi Merah Muda di Ujung Skandal MBG Perbesar

Dari Jual-Beli Dapur hingga Jerat Korupsi, Tiga Eks Bos Badan Gizi Nasional Berakhir di Kejaksaan

Rabu petang, 3 Juni 2026. Jarum jam menunjuk pukul 17.00 WIB ketika pintu Gedung Bundar Kejaksaan Agung akhirnya terbuka.

Sosok yang sejak pagi menjadi pusat perhatian publik itu muncul dengan langkah cepat. Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengenakan rompi tahanan merah muda. Kedua tangannya diborgol. Wajahnya datar. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya saat sejumlah wartawan berusaha mengajukan pertanyaan.

Dadan langsung digiring menuju mobil tahanan.

Tak lama kemudian, dua mantan petinggi BGN lainnya menyusul keluar secara terpisah. Mereka adalah mantan Wakil Kepala BGN Lodewijk Pusung dan Sonny Sanjaya. Sama seperti Dadan, keduanya juga menjalani proses hukum setelah seharian diperiksa penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Penampilan Dadan dengan rompi tahanan menjadi babak baru dalam pusaran masalah yang selama berbulan-bulan membayangi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dijemput Saat Subuh

Operasi hukum itu dimulai jauh sebelum matahari terbit.

Tim penyidik Jampidsus menjemput Dadan, Lodewijk, dan Sonny dari kediaman masing-masing pada Rabu dini hari. Ketiganya kemudian dibawa ke Gedung Bundar Kejaksaan Agung untuk diperiksa secara intensif.

Penjemputan tersebut terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot mereka dari pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional pada Selasa, 2 Juni 2026.

Hingga sore hari, penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret ketiga mantan petinggi lembaga pelaksana program MBG tersebut.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung sebelumnya telah memberi sinyal bahwa perkembangan perkara akan diumumkan pada petang hari. Informasi itu disampaikan melalui Kepala Bidang Media dan Kehumasan Kejagung, Tri Sutrisno.

Ketika rompi tahanan akhirnya dikenakan Dadan, pesan yang disampaikan kejaksaan menjadi jelas: penyidikan telah memasuki tahap yang lebih serius.

Program Strategis yang Sarat Persoalan

Meski Kejaksaan Agung belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara yang menjerat ketiga eks pimpinan BGN, berbagai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG sebenarnya telah lama menjadi sorotan.

Program yang dirancang untuk menyediakan makanan bergizi bagi jutaan pelajar Indonesia itu selama ini dibayangi sejumlah persoalan.

Di antaranya dugaan pemotongan anggaran biaya per porsi makanan, dugaan aliran dana dari pihak ketiga yang memperoleh akses membangun dapur-dapur produksi atau Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga berbagai pengadaan kendaraan yang sempat memicu pertanyaan publik.

Sejumlah laporan dan keluhan yang beredar selama beberapa bulan terakhir memperlihatkan adanya celah tata kelola yang dinilai rentan terhadap praktik penyimpangan.

Kini, berbagai dugaan tersebut tampaknya mulai ditelusuri secara serius oleh aparat penegak hukum.

Jejak Dugaan Jual-Beli Titik Dapur

Salah satu petunjuk paling terang justru datang dari lingkungan Istana.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengungkap bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi pencopotan Dadan Hindayana adalah dugaan praktik jual-beli titik dapur MBG.

“Ya salah satu faktornya itu,” kata Dudung kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut Dudung, Presiden Prabowo tidak mengambil keputusan secara tiba-tiba. Ia meyakini kepala negara telah lama menerima berbagai informasi, melakukan pencermatan, dan menganalisis berbagai laporan yang masuk terkait penyelenggaraan program MBG.

Dudung menilai pencopotan tersebut merupakan langkah untuk membenahi BGN agar lebih transparan dan akuntabel.

Pesan yang ingin ditegaskan pemerintah, kata Dudung, adalah bahwa program MBG menggunakan uang rakyat sehingga harus terbebas dari korupsi, penyimpangan, maupun kepentingan kelompok tertentu.

Bagi pemerintahan Prabowo, MBG bukan sekadar program sosial. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Karena itu, setiap indikasi penyalahgunaan dinilai sebagai ancaman langsung terhadap agenda strategis negara.

Penggeledahan Maraton di Kantor BGN

Bersamaan dengan pemeriksaan terhadap ketiga mantan pimpinan BGN, penyidik Kejaksaan Agung juga melakukan penggeledahan di kantor lembaga tersebut yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Penggeledahan dimulai sejak sekitar pukul 02.00 WIB dan berlangsung hingga menjelang malam.

Menjelang pukul 17.15 WIB, sejumlah penyidik terlihat membawa berbagai barang bukti yang dimasukkan ke dalam kotak-kotak kontainer sebelum diangkut menggunakan kendaraan operasional kejaksaan.

Tak lama kemudian, tiga unit mobil yang membawa tim penyidik meninggalkan kompleks kantor BGN.

Apa saja barang yang disita belum diumumkan secara resmi. Namun penggeledahan yang berlangsung lebih dari 15 jam itu menunjukkan besarnya perhatian penyidik terhadap perkara yang sedang diusut.

Ujian Besar Program Andalan Pemerintah

Kasus yang menyeret Dadan Hindayana, Lodewijk Pusung, dan Sonny Sanjaya menjadi ujian terbesar sejak Badan Gizi Nasional dibentuk untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis.

Di satu sisi, MBG merupakan proyek sosial terbesar pemerintahan Prabowo yang menyedot anggaran negara dalam jumlah sangat besar. Di sisi lain, skala program yang masif membuka ruang penyimpangan jika pengawasan tidak berjalan efektif.

Rompi merah muda yang dikenakan Dadan pada Rabu petang bukan sekadar simbol status hukum seorang tersangka.

Ia menjadi simbol bahwa program yang dirancang untuk memberi gizi kepada jutaan anak Indonesia kini justru menghadapi persoalan serius di tingkat pengelolanya sendiri.

Dan bagi Kejaksaan Agung, proses hukum yang baru dimulai ini tampaknya akan membuka lebih banyak fakta tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik dapur program makan bergizi gratis.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Aklamasi! Abdul Kadir Uswanas Pimpin HIPMI Malut

2 Juni 2026 - 11:46 WIB

Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda

2 Juni 2026 - 11:26 WIB

Di Tengah Sorotan, Industri Nikel Maluku Utara Dinilai Terus Berbenah Menuju Standar Global

2 Juni 2026 - 07:53 WIB

Abdul Kadir Uswanas Usung Visi “HIPMI Malut Bersatu, Berkemajuan dan Berdaya Saing” di Musdalub HIPMI Maluku Utara

1 Juni 2026 - 01:50 WIB

Putera Tidore Ikut Kontestasi Perebutan Kursi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029

30 Mei 2026 - 07:17 WIB

Dapat Dukungan Empat BPC, Abdul Kadir Uswanas Kembalikan Formulir Pendaftaran Calon Ketum BPD HIPMI Malut 2026–2029

30 Mei 2026 - 06:49 WIB

Trending di Berita