Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah

Berita · 2 Agu 2026 06:33 WIB ·

TOMA TUMBLER, Dari Sebuah Tumbler Lahir Sekolah Bebas Plastik


 TOMA TUMBLER, Dari Sebuah Tumbler Lahir Sekolah Bebas Plastik Perbesar

TERNATE, DIM – Bel pagi belum berbunyi. Satu per satu siswa SMP Negeri 1 Kota Ternate melangkah memasuki gerbang sekolah. Di tangan mereka tak lagi terlihat botol air mineral sekali pakai yang selama ini menjadi pemandangan sehari-hari. Sebagai gantinya, setiap siswa membawa tumbler dari rumah.

Saat jam istirahat tiba, mereka tidak lagi berbondong-bondong membeli air minum kemasan. Mereka cukup mendatangi titik refill station yang telah disediakan sekolah untuk mengisi ulang air minum. Sederhana, tetapi perlahan mengubah wajah lingkungan sekolah.

Perubahan itu bukan terjadi begitu saja. Ia lahir dari sebuah inovasi yang diberi nama TOMA TUMBLER (Tong Membawa Tumbler), sebuah gerakan yang digagas SMP Negeri 1 Kota Ternate untuk mendukung program Pemerintah Kota Ternate dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus menanamkan budaya hidup ramah lingkungan sejak usia sekolah.

Selama bertahun-tahun, persoalan sampah plastik menjadi tantangan yang dianggap lumrah. Setiap hari, ratusan botol plastik bekas memenuhi tempat sampah sekolah. Sebagian besar berasal dari kebiasaan siswa membeli air minum dalam kemasan saat jam istirahat. Volume sampah terus bertambah, sementara kesadaran untuk mengurangi penggunaannya belum tumbuh secara menyeluruh.

Alih-alih hanya memperbanyak tempat sampah atau menggelar kegiatan bersih-bersih, SMP Negeri 1 Kota Ternate memilih menyentuh akar persoalan: mengubah kebiasaan.

Dari pemikiran itulah lahir TOMA TUMBLER. Gerakan ini mengajak seluruh warga sekolah—mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan hingga orang tua—untuk menjadikan tumbler sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Program ini tidak berhenti pada sekadar ajakan membawa wadah minum sendiri. Sekolah membangun sebuah ekosistem yang saling mendukung, mulai dari penyusunan kebijakan sekolah, penyediaan fasilitas isi ulang air minum, edukasi mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan, pembiasaan membawa tumbler setiap hari, hingga evaluasi rutin agar gerakan tersebut terus berjalan secara konsisten.

Agar lebih dekat dengan siswa, TOMA TUMBLER juga dikemas melalui berbagai kampanye lingkungan, sosialisasi kepada peserta didik baru, serta pendampingan langsung oleh guru dalam aktivitas sehari-hari. Perlahan, membawa tumbler bukan lagi sekadar aturan sekolah, melainkan menjadi bagian dari identitas warga SPENSA.

Kepala SMP Negeri 1 Kota Ternate, Hj. Endang Y. Hermanto, mengatakan TOMA TUMBLER merupakan bentuk kontribusi nyata sekolah dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Ternate mengurangi timbulan sampah plastik dari sumbernya.

“Persoalan sampah plastik tidak bisa diselesaikan hanya dengan membersihkan lingkungan. Yang jauh lebih penting adalah membangun kebiasaan masyarakat agar tidak lagi menghasilkan sampah yang tidak perlu. Melalui TOMA TUMBLER, kami ingin membiasakan seluruh warga sekolah membawa tumbler setiap hari sebagai bagian dari budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan,” ujarnya.

Menurut Endang, pendidikan sejatinya tidak hanya membentuk kecerdasan akademik, tetapi juga karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Kebiasaan sederhana yang ditanamkan sejak bangku sekolah diyakini akan terbawa hingga ke rumah, bahkan menjadi budaya di tengah masyarakat.

“Harapan kami, program ini terus berlanjut dan menjadi budaya yang melekat di SMP Negeri 1 Kota Ternate. Kami ingin setiap siswa terbiasa membawa tumbler, mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, serta menjadi generasi yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Jika kebiasaan ini terus dijaga, manfaatnya tidak hanya dirasakan sekolah, tetapi juga Kota Ternate secara keseluruhan,” tambahnya.

Perubahan itu kini mulai terlihat nyata. Jumlah botol plastik sekali pakai yang sebelumnya mendominasi tempat sampah sekolah terus menurun. Lingkungan menjadi lebih bersih, volume sampah plastik berkurang, dan kesadaran siswa untuk menjaga lingkungan tumbuh secara alami tanpa harus selalu diingatkan.

Di balik gerakan ini tersimpan sebuah pesan sederhana: inovasi tidak selalu lahir dari teknologi yang rumit atau program berbiaya besar. Terkadang, perubahan besar justru dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama, setiap hari, tanpa henti.

Melalui TOMA TUMBLER, SMP Negeri 1 Kota Ternate membuktikan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang lahirnya perubahan sosial. Sebuah tumbler yang dibawa setiap pagi bukan sekadar tempat menyimpan air minum, tetapi simbol kepedulian, tanggung jawab, dan harapan akan masa depan yang lebih hijau.

Karena pada akhirnya, sekolah yang hebat bukan hanya melahirkan generasi yang cerdas, melainkan juga generasi yang memahami bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari langkah paling sederhana: membawa tumbler sendiri. (Pandan)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Mangrove Kao Jadi Simbol Kolaborasi NHM dan Pemda Halut

30 Juli 2026 - 06:01 WIB

DPPKB Kota Ternate Gandeng ASDP Perkuat Program GENTING, Siap Jadi Orang Tua Asuh Cegah Stunting

29 Juli 2026 - 03:56 WIB

NHM Peduli Ringankan Beban Orang Tua, Antar 64 Siswa ke Sekolah Rakyat

27 Juli 2026 - 02:49 WIB

“Gizi Anak Kami Kini Terpenuhi”, Kisah Firginita Rasakan Manfaat Program Stunting NHM

25 Juli 2026 - 03:47 WIB

Ratusan Warga Halmahera Utara Terbantu Layanan Ambulans Gratis NHM Peduli

24 Juli 2026 - 02:28 WIB

Perkuat Sinergi, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Temui Ketua DPRD

21 Juli 2026 - 07:26 WIB

Trending di Berita