Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Academy & Career · 9 Agu 2025 17:35 WIB ·

Kematian Prada Lucky, Pangdam IX/Udayana Marah: “Tidak Ada Lagi Kekerasan di Tubuh TNI”


 Kematian Prada Lucky, Pangdam IX/Udayana Marah: “Tidak Ada Lagi Kekerasan di Tubuh TNI” Perbesar

Waka Pendam IX/Udayana, Letkol Inf. Amir Syarifudin (foto Antara)

Denpasar, DM – Amarah dan kekecewaan jelas terpancar dari Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, saat mendengar kabar kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Prajurit muda itu baru dua bulan mengabdi, namun pulang ke rumah dalam peti jenazah.

Bagi Pangdam, ini bukan sekadar kasus kematian. Ini adalah tamparan keras yang mencoreng wajah institusi. “Segera respon. Saya minta investigasi dilakukan transparan dan profesional,” tegasnya, memastikan tidak ada satupun pihak yang bermain-main dengan kebenaran.

Melalui Waka Pendam IX/Udayana, Letkol Inf. Amir Syarifudin, Pangdam memerintahkan tim dari Subdenpom Kupang dan Intelijen untuk bekerja cepat. “Kami belum bisa menjawab penyebab kejadiannya. Bisa karena penganiayaan, bisa karena cedera lain. Semua masih diselidiki,” kata Amir, mengutip arahan Pangdam.

Namun, di balik proses penyelidikan, Mayjen Piek menegaskan pesan yang jauh lebih dalam—sebuah peringatan keras kepada seluruh jajaran. “Tidak boleh lagi ada kekerasan. Di era digital seperti sekarang, yang dibutuhkan adalah meningkatkan kualitas SDM. Kurangi kontak fisik, kedepankan humanisme,” ujarnya lantang.

Kasus ini mencuat setelah Prada Lucky, anggota Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) di Kabupaten Nagekeo, NTT, dilaporkan meninggal pada Rabu (6/8/2025) pukul 10.30 WITA, setelah empat hari dirawat intensif di RSU Aeramo. Dugaan sementara, ia menjadi korban penganiayaan seniornya.

Bagi Pangdam, satu kematian prajurit muda adalah satu kehilangan yang tak bisa dibayar. “Saya ingin ini jadi pembelajaran. Tidak ada tempat bagi kekerasan di tubuh TNI. Kemanusiaan adalah pondasi, bukan intimidasi,” pesannya.

Kini, investigasi berjalan, dan mata publik tertuju pada janji Pangdam—bahwa keadilan untuk Prada Lucky akan ditegakkan setransparan mungkin.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Babak Baru Olahraga Maluku Utara: Saat Harapan, Tekad, dan Tanggung Jawab Baru Dikukuhkan

10 Desember 2025 - 04:48 WIB

Di Tengah Lumpur dan Arus Deras, Tim ERT NHM Bergerak Menjadi Harapan Korban Banjir Sumatera Utara

8 Desember 2025 - 05:32 WIB

Husni Bopeng Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan: “Kita Sedang Menghadapi Situasi Darurat”

6 Desember 2025 - 16:43 WIB

Kehangatan Natal dari Lingkar Tambang: Cerita Karyawan NHM Membawa Harapan ke Wateto dan Tonuo

4 Desember 2025 - 17:18 WIB

Tidak Ada yang Dikhawatirkan dari Posisi Rio C. Pawane, Tahapan Musda Sudah Sesuai Prosedur

4 Desember 2025 - 16:59 WIB

Ketika Solidaritas Menggerakkan: Muslimat NU Malut Kirim Bantuan ke Daerah Bencana

4 Desember 2025 - 14:52 WIB

Trending di Berita