Menu ✖

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah

Berita · 15 Agu 2025 07:08 WIB ·

Sherly Tjoanda dan Strategi Menjaga Napas APBD Malut di Tengah Efisiensi


 Sherly Tjoanda dan Strategi Menjaga Napas APBD Malut di Tengah Efisiensi Perbesar

SOFIFI, DM – Di ruang paripurna DPRD Maluku Utara yang sore itu terasa hangat, Gubernur Sherly Tjoanda Laos berdiri dengan nada suara tegas namun terukur. Ia membawa kabar yang, di satu sisi, mengandung efisiensi ketat, dan di sisi lain, membawa optimisme.

APBD Perubahan (APBD-P) 2025 Malut memang harus dipangkas Rp245 miliar akibat kebijakan efisiensi. Namun, di saat yang sama, Sherly berhasil mengerek target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp800 miliar menjadi Rp1 triliun—kenaikan Rp335 miliar yang menjaga total APBD tetap bertahan di angka Rp3,4 triliun.

“Efisiensi bukan berarti melemahkan daya gerak. Justru kita buktikan, dengan pendapatan yang lebih kuat, APBD kita tetap kokoh,” ujarnya usai paripurna, Kamis (14/8/2025).

Mengandalkan Pajak, Menanti Lompatan Pariwisata

Data menunjukkan, realisasi penerimaan APBD induk 2025 sudah mencapai 72 persen, sementara belanja baru 42 persen. Sumber pendapatan terbesar masih didominasi pajak bahan bakar minyak (BBM). Namun, Sherly menyadari, mengandalkan satu sektor adalah risiko besar bagi fiskal daerah.

Menjawab kritik DPRD, khususnya Fraksi Golkar yang mendorong diversifikasi sumber PAD, Sherly mengakui sektor pariwisata belum memberi sinyal pertumbuhan berarti. “Justru sektor perikanan dan pertanian yang sekarang bergerak cepat. Hilirisasi kelapa di Halmahera Utara sudah jalan, dan kita targetkan swasembada pala dan cengkeh,” katanya.

Politik Anggaran: Efisiensi yang Produktif

Di balik kebijakan efisiensi, Sherly menerapkan strategi “efisiensi produktif”—memangkas belanja yang kurang prioritas, sambil menggenjot alokasi pada sektor strategis. Contohnya, belanja modal dinaikkan dari Rp500 miliar menjadi Rp700 miliar, sebagian besar diarahkan ke pembangunan jalan dan jembatan.

Langkah ini menunjukkan orientasi jelas: memangkas di satu sisi, namun menambah investasi di sisi lain untuk mendorong perputaran ekonomi daerah.

Bayar Utang, Jaga Kepercayaan

Tak kalah penting, Sherly mempercepat pembayaran utang Dana Bagi Hasil (DBH) kepada kabupaten/kota. Dari total Rp190 miliar, Pemprov telah melunasi Rp120 miliar. “Kepercayaan pemerintah kabupaten/kota itu modal politik dan ekonomi. Kalau utang beres, hubungan kerja jadi lancar,” tegasnya.

Target 2026 dan Tantangan Ke Depan

Sherly sudah menatap 2026 dengan target PAD Rp1,1 triliun dan APBD Rp3,5 triliun. Ambisi ini tentu tidak ringan, mengingat fluktuasi harga komoditas, tantangan investasi, dan belum optimalnya sektor pariwisata.

Namun, gaya kepemimpinannya yang memadukan disiplin fiskal dengan dorongan pada sektor produktif bisa menjadi kunci menjaga “napas” APBD tetap panjang.

“APBD bukan sekadar angka. Ia adalah alat untuk menggerakkan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memberi kepastian kepada rakyat,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 74 kali

Baca Lainnya

Peringati HUT ke-98 Sumpah Pemuda, PD AMPG Maluku Utara Gelar Ziarah Makam Sultan Baabullah dan Berbagi Makan Siang Gratis

30 Oktober 2026 - 04:34 WIB

Lewat Rescuer Goes to School, ERT NHM Bawa Edukasi Keselamatan ke Sekolah di Mimika

29 Oktober 2026 - 03:50 WIB

Hasby Yusuf Gagas FGD Propemperda 2027, Dorong Regulasi Malut Lebih Tepat Sasaran

27 Oktober 2026 - 06:06 WIB

NHM Kerahkan Armada Padamkan Karhutla di 9 Desa

27 Oktober 2026 - 04:44 WIB

Gajali Kembali Pimpin APINDO Malut, Fokus Sambungkan Ekonomi Hulu-Hilir

25 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Bukan Sekadar Bangun Fasilitas, NHM Peduli Libatkan Warga Tabanoma Kelola Air Bersih

22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Trending di Berita