Menu ✖

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah

Berita · 27 Okt 2026 04:44 WIB ·

NHM Kerahkan Armada Padamkan Karhutla di 9 Desa


 NHM Kerahkan Armada Padamkan Karhutla di 9 Desa Perbesar

HALUT, DIM – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memperluas upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga ke desa-desa lingkar tambang. Perusahaan mengerahkan personel dan armada pemadam kebakaran untuk membantu pengendalian api di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran di Halmahera Utara, Maluku Utara.

Hingga pertengahan Oktober 2026, penanganan NHM telah mencakup 15 area kebakaran di kawasan operasional Tambang Emas Gosowong dan dukungan pemadaman di sembilan desa lingkar tambang, termasuk area PLN di Kecamatan Malifut.

Langkah ini dilakukan setelah ancaman kebakaran meningkat pada awal September 2026 dan mulai mendekati sejumlah area operasional perusahaan. NHM kemudian mengaktifkan Emergency Management Team (EMT) untuk mempercepat pengerahan personel, peralatan, dan sumber daya penanganan.

Sebelumnya, data pemantauan yang dihimpun Humas Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara pada 19 September 2026 mencatat sekitar 117 titik api pembakaran hutan tersebar di wilayah tersebut.

Untuk menghadapi ancaman itu, NHM menerapkan sejumlah strategi pencegahan dan pengendalian. Upaya tersebut meliputi pemetaan wilayah rawan, pemantauan titik api menggunakan drone oleh tim Security, pemantauan cuaca, serta patroli secara berkala.

Perusahaan juga melakukan pembersihan vegetasi kering yang berpotensi menjadi bahan bakar api, membangun dan memelihara sekat bakar (fire break), serta menyiapkan akses pemadaman dan sumber air di sejumlah titik rawan.

Pemantauan menggunakan drone terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi lapangan sekaligus mengantisipasi kemunculan titik api baru.

Dalam menjalankan operasi, NHM menggunakan struktur komando tanggap darurat terpadu. Manajemen perusahaan bertindak sebagai Incident Commander, sementara Command Center menjadi pusat koordinasi informasi, pemantauan situasi, dan pengendalian operasi.

Evaluasi penanganan dilakukan setiap hari pukul 14.00 WIT untuk menentukan langkah lanjutan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Pada rapat evaluasi EMT, Senin (12/10/2026), hasil pemantauan drone menunjukkan titik-titik api yang sebelumnya terpantau di kawasan Gosowong telah berhasil dipadamkan.

Meski demikian, perusahaan tetap memperkuat kesiapsiagaan karena potensi karhutla masih menjadi perhatian. Pemantauan kondisi cuaca dan wilayah rawan terus dilakukan, disertai koordinasi dengan pemangku kepentingan serta komunikasi dengan masyarakat.

Keterlibatan NHM dalam membantu pemadaman di desa-desa lingkar tambang menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap ancaman kebakaran yang tidak hanya berdampak pada kawasan operasional, tetapi juga berpotensi memengaruhi wilayah di sekitarnya.

Melalui pengerahan personel, armada, dan langkah pencegahan, upaya penanganan diarahkan untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi risiko munculnya titik api baru di kawasan Gosowong dan sekitarnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Hasby Yusuf Gagas FGD Propemperda 2027, Dorong Regulasi Malut Lebih Tepat Sasaran

27 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Gajali Kembali Pimpin APINDO Malut, Fokus Sambungkan Ekonomi Hulu-Hilir

25 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Bukan Sekadar Bangun Fasilitas, NHM Peduli Libatkan Warga Tabanoma Kelola Air Bersih

22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

ERT NHM Siap Berlaga di IFRC 2026

20 Oktober 2026 - 01:26 WIB

NHM Peduli Dampingi Penanganan Stunting di Halut, Mario Dilaporkan Keluar dari Kondisi Stunting

16 Oktober 2026 - 04:44 WIB

Mahasiswa Unkhair dan UMMU Belajar Langsung di Tambang NHM

14 Oktober 2026 - 06:23 WIB

Trending di Berita