HALUT, DIM- Siang itu, Sabtu, suasana lahan pertanian di wilayah Galela dan Desa Gorua tampak berbeda dari biasanya. Di antara hamparan lahan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat, sejumlah petani mendapat kesempatan bertemu langsung dengan seorang wakil rakyat.
Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Aksandri Kitong, datang menyambangi lahan pertanian milik beberapa kelompok tani. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan biasa. Ia menyapa, bercengkerama, sekaligus mendengarkan berbagai cerita dan aspirasi petani yang selama ini bergelut dengan aktivitas pertanian.
Pertemuan tersebut turut didampingi Ketua Asosiasi Petani Halmahera Utara, Alnahyan Abdullah, bersama jajaran asosiasi. Suasana dialog berlangsung di tengah lingkungan pertanian, menghadirkan ruang komunikasi yang lebih dekat antara petani dan wakil rakyat.
Dari pertemuan itu, sejumlah aspirasi disampaikan para petani. Meski berasal dari dua wilayah berbeda, yakni Galela dan Gorua, kebutuhan yang mereka suarakan memiliki benang merah yang sama: harapan terhadap perhatian dan dukungan nyata bagi sektor pertanian.
Bagi para petani, pembangunan pertanian tidak cukup hanya dengan dorongan untuk meningkatkan produksi. Dukungan infrastruktur yang memadai juga menjadi kebutuhan penting agar aktivitas pertanian dapat berjalan lebih baik dan produktivitas terus meningkat.
Ketua Asosiasi Petani Halmahera Utara, Alnahyan Abdullah, mengungkapkan harapannya agar aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut tidak berhenti sebatas dialog, tetapi dapat diperjuangkan melalui posisi dan kewenangan Aksandri Kitong sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku Utara.
Menurut Alnahyan, aspirasi petani Galela dan Gorua pada dasarnya mewakili kebutuhan petani secara lebih luas di Kabupaten Halmahera Utara.
“Harapan kami, melalui posisi dan kewenangan yang dimiliki Bapak Aksandri Kitong, aspirasi yang telah disampaikan para petani ini dapat diperjuangkan dan diwujudkan. Sebab, kebutuhan petani di Galela maupun Gorua tidak jauh berbeda dengan petani di wilayah lainnya di Halmahera Utara,” demikian harapan Alnahyan.
Baginya, perhatian terhadap petani merupakan bagian penting dalam membangun fondasi ketahanan pangan. Sebab, petani bukan sekadar pelaku produksi, melainkan aktor utama yang menentukan keberlanjutan sektor pertanian.
Karena itu, memperjuangkan kebutuhan petani, terutama terkait ketersediaan infrastruktur pendukung, menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan sektor pertanian dapat tumbuh dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Pertemuan di tengah lahan pertanian Galela dan Gorua itu pun membawa satu harapan yang sama: agar suara petani tidak hanya didengar, tetapi juga mendapat ruang dalam kebijakan dan program pembangunan.
Sebab, di balik setiap lahan yang digarap dan hasil panen yang diharapkan, terdapat kehidupan masyarakat yang bergantung pada keberpihakan dan perhatian terhadap sektor pertanian.