TERNATE, DM-Suasana hangat terlihat saat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Nuryamin, bersama Tim Kerja Dalduk dan Tenaga Ahli Satgas Stunting Kota Ternate, melakukan audiensi dengan jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate, Senin (22/1/2024).
Rombongan BKKBN diterima langsung oleh Kepala Dinas PPKB Kota Ternate, Rajman Makka, bersama Sekretaris DPPKB di kantor dinas setempat. Pertemuan tersebut berlangsung dalam nuansa kolaboratif, membahas pentingnya penguatan Forum Komunikasi Kelompok Kerja (Pokja) Bangga Kencana sebagai garda terdepan percepatan penurunan stunting di Kota Ternate.
Pokja Bangga Kencana Dinilai Multidimensional
Dalam audiensi tersebut, Nuryamin menegaskan bahwa keberadaan Pokja Bangga Kencana tidak boleh dipandang sebatas urusan keluarga berencana.
“Pokja Bangga Kencana ini multidimensional. Ia menyentuh banyak aspek—kesehatan, kemiskinan, dan terutama upaya penurunan stunting yang menjadi fokus nasional dan daerah, termasuk di Kota Ternate,” ujarnya.
Nuryamin mengingatkan bahwa tahun 2024 merupakan tahun terakhir penilaian kinerja penurunan stunting sebagaimana amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja bersama.
“Mari kita turunkan stunting secara signifikan agar generasi emas 2045 yang kita harapkan bersama dapat terwujud,” tambahnya.
DPPKB Ternate Tekankan Pentingnya Pembinaan Berkelanjutan
Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Ternate, Rajman Makka, menilai Pokja Bangga Kencana merupakan ruang strategis yang menopang kolaborasi lintas instansi dalam mengurai berbagai persoalan Bangga Kencana. Karena itu, Pokja dinilai perlu terus mendapatkan pendampingan yang terstruktur.
“Keberadaan Pokja Bangga Kencana perlu dibina secara berkesinambungan, agar kerja-kerja kolaborasi yang sudah terbangun dapat semakin kuat dan memberikan dampak nyata,” ujar Rajman.
Audiensi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat koordinasi antara BKKBN Maluku Utara dan Pemkot Ternate, sekaligus memastikan strategi penurunan stunting terus berjalan efektif hingga tahun evaluasi berakhir.