LABUHA, 30 April 2026 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha terus mendorong pembinaan berbasis kemandirian bagi warga binaan. Salah satunya melalui program peternakan bebek yang kini mulai menunjukkan hasil positif, baik dari sisi keterampilan maupun kedisiplinan narapidana.
Pada Kamis (30/4/2026), kegiatan pembinaan kemandirian di bidang peternakan kembali dilaksanakan di area beranggang dalam Lapas, dimulai sejak pukul 09.00 WIT hingga selesai. Sebanyak tiga orang narapidana terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, petugas Lapas memberikan arahan dan bimbingan teknis, mulai dari cara pemeliharaan, pemberian pakan, hingga pengawasan perkembangan ternak. Para warga binaan tampak aktif melakukan pembersihan kandang, memberi makan bebek, serta memastikan kondisi ternak tetap sehat.
Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari upaya membekali narapidana dengan keterampilan nyata yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti.
“Pembinaan ini diarahkan agar mereka memiliki bekal hidup. Harapannya, setelah kembali ke masyarakat, mereka tidak lagi kesulitan mencari penghidupan,” ujarnya.
Program ini juga selaras dengan kebijakan nasional dalam mendorong kemandirian warga binaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini dinilai mampu membangun rasa tanggung jawab dan etos kerja para narapidana.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Petugas juga melakukan pengecekan peralatan kerja serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Ke depan, pihak Lapas akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, termasuk pengembangan peternakan agar hasilnya lebih optimal.
Dengan pendekatan pembinaan seperti ini, Lapas Labuha menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan bukan hanya soal menjalani hukuman, tetapi juga tentang membuka jalan baru menuju kehidupan yang lebih mandiri.