Menu

Mode Gelap
STQ 2023, Haltim Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah

Berita · 15 Agu 2025 04:24 WIB ·

BAPAS Ternate, Mengisi Kemerdekaan dengan Kepedulian


 BAPAS Ternate, Mengisi Kemerdekaan dengan Kepedulian Perbesar

TERNATE, DM- Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tidak hanya terasa di lapangan upacara. Di sebuah sudut kota Ternate, semangat kemerdekaan diwujudkan lewat aksi sederhana namun sarat makna: berbagi sembako untuk warga yang membutuhkan.

Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ternate, pada Jumat (15/8), menggelar kegiatan sosial dengan membagikan paket kebutuhan pokok kepada masyarakat di sekitar lingkungan kantor. Langkah ini bukan sekadar rutinitas seremoni, melainkan bentuk nyata kepedulian sekaligus kontribusi terhadap rakyat di tengah kondisi ekonomi yang kian menantang.

Paket sembako yang berisi bahan kebutuhan sehari-hari itu diharapkan mampu meringankan beban warga. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pesan bahwa kemerdekaan sejati hadir ketika semangat gotong royong dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Bapas Ternate, Apriyani, menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud implementasi nilai-nilai empati yang diwariskan para pendiri bangsa. “Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan bersama. Sudah sepatutnya kita mengisinya dengan kegiatan bermanfaat dan saling membantu,” ujarnya.

Di tengah senyum para penerima bantuan, semangat kemerdekaan seakan menemukan wujudnya. Bapas Ternate tak hanya hadir menjalankan fungsi pembimbingan kemasyarakatan, tetapi juga memberi bukti bahwa lembaga negara mampu hadir di tengah rakyat dengan aksi nyata.

Dok: Humas Bapas Kelas II Ternate

“Dengan semangat kemerdekaan, kami berkomitmen untuk terus hadir, bukan hanya lewat fungsi pembinaan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar,” tambah Apriyani.

Bagi warga yang menerima bantuan, paket sembako ini lebih dari sekadar isi kantong beras atau minyak goreng. Ia adalah simbol kepedulian, bahwa di tengah keterbatasan, negara tetap hadir dan merangkul mereka. Sebuah pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang merdeka dari penjajahan, tetapi juga merdeka dari rasa kesepian dan beban hidup yang dipikul sendirian. (Arief)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Jalan Menuju Loloda di Ambang Putus

18 Mei 2026 - 07:24 WIB

Ketika Batu dari Gosowong Sampai ke Kampus: Cara NHM Mendekatkan Dunia Tambang dengan Mahasiswa

14 Mei 2026 - 09:26 WIB

NHM Bawa “Tambang” ke Ruang Kelas UNPAD, Mahasiswa Belajar Langsung dari Batuan Gosowong

14 Mei 2026 - 09:23 WIB

Maut di Puncak Dukono

12 Mei 2026 - 01:58 WIB

Menembus Kabut dan Medan Ganas Dukono, Tim ERT NHM Berpacu Menyelamatkan Korban

11 Mei 2026 - 08:11 WIB

Dua WNA Singapura Tewas di Dukono, Evakuasi Dramatis Tim Gabungan

10 Mei 2026 - 11:30 WIB

Trending di Berita