TERNATE, DM— Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara yang digelar pada Senin siang berlangsung ricuh setelah munculnya sekelompok orang tak dikenal yang menerobos masuk ke arena musda. Insiden tersebut membuat jalannya musda terhenti dan situasi forum menjadi tidak kondusif.
Tim pemenangan salah satu kandidat, Rio C. Pawane, menyayangkan kericuhan tersebut. Mereka menilai bahwa tindakan masuknya pihak-pihak yang bukan pengurus ataupun peserta Musda telah mencederai proses demokrasi di tubuh HIPMI Maluku Utara.
Menurut keterangan tim pemenangan Rio, orang tak dikenal yang masuk ke arena persidangan tersebut diduga mencoba melakukan tindakan provokatif terhadap sejumlah peserta dan pengurus HIPMI yang sedang berada di dalam ruangan. Kondisi ini memicu ketegangan dan membuat suasana Musda sempat tidak terkendali.
“Kami sangat menyesalkan adanya pihak luar yang menerobos masuk ke dalam forum resmi organisasi. Mereka bukan bagian dari struktur HIPMI, bukan peserta, dan bukan pengurus yang memiliki legitimasi berada di arena musda,” ujar salah satu juru bicara tim pemenangan Rio.
Ia menegaskan bahwa Musda seharusnya menjadi forum tertib, demokratis, dan eksklusif bagi para kader HIPMI yang sah. Kehadiran pihak yang tidak dikenal dan berperilaku agresif dinilai sangat merusak citra organisasi.
Tim Rio juga mendorong panitia pelaksana dan steering committee (SC) untuk melakukan evaluasi keamanan, termasuk memastikan bahwa seluruh peserta yang hadir telah terdaftar secara resmi dan mengikuti prosedur organisasi.
“Kami berharap Musda dapat kembali berjalan sesuai aturan AD/ART serta menjunjung tinggi etika dan profesionalisme. Semua kandidat dan pendukung harus diberi rasa aman selama proses berlangsung,” lanjutnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia Musda terkait insiden tersebut. Proses persidangan direncanakan dilanjutkan setelah kondisi dinyatakan aman dan terkendali.