Di jalanan Halmahera Tengah (Halteng), suasana beberapa pekan terakhir terasa lebih tertib dari biasanya. Operasi Zebra Kie Raha 2025 yang digelar sejak 17 hingga 30 November bukan hanya menghadirkan razia, tetapi juga mendorong kesadaran baru di kalangan pengendara.
Angka-angka menjadi buktinya: 38 pelanggaran tilang, 893 teguran, dan yang paling membanggakan — nol kasus kecelakaan. Sebuah capaian yang jarang didapat tanpa kerja lapangan yang intensif.
Kasat Lantas Polres Halteng, IPTU Masqun Abdukish, menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari gabungan penindakan dan pendekatan humanis. “Operasi ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengingatkan bahwa keselamatan nyawa jauh lebih penting dari kecepatan dan kenyamanan,” ujarnya.
Dari melawan arus hingga bermain ponsel saat berkendara, pelanggaran yang ditemukan bukan hal baru. Namun, selama operasi berlangsung, potensi bahaya itu berhasil ditekan melalui patroli rutin dan edukasi di lapangan.
Kapolres Halteng, AKBP Fiat Dedawanto, menegaskan bahwa kerja belum selesai. “Operasi memang berakhir, tetapi tanggung jawab kita menjaga keamanan lalu lintas justru harus semakin kuat,” katanya.
Dengan keberhasilan menjaga wilayah tanpa kecelakaan selama operasi, Polres Halteng ingin menegaskan satu pesan penting: keselamatan adalah budaya, bukan sekadar kegiatan musiman.