MAMUJU, DIM – Siapa sangka, dari balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju lahir produk berkualitas yang kini diminati pasar. Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan berhasil memproduksi velg khusus untuk kendaraan berat seperti truk dan bus yang telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Sulawesi Barat.
Aktivitas produksi tersebut berlangsung di Bengkel Kerja Rutan Mamuju, Jumat (10/7/2026). Pembuatan velg kendaraan berat bukan pekerjaan sederhana. Produk ini membutuhkan ketelitian tinggi, keahlian pengelasan, serta proses penyeimbangan logam yang presisi agar aman digunakan.
Meski dikerjakan di dalam rutan, kualitas velg hasil karya warga binaan dinilai mampu bersaing dengan produk di pasaran. Tingginya permintaan menjadi bukti bahwa hasil produksi mereka telah mendapat kepercayaan masyarakat dan dipasarkan secara luas di berbagai daerah di Sulawesi Barat.
Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju, Sudirman, S.E., S.H., meninjau langsung proses produksi di bengkel kerja. Ia memberikan apresiasi atas dedikasi dan semangat warga binaan yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.
“Program pembuatan velg truk dan bus ini menjadi bukti bahwa dinding pembatas tidak membatasi produktivitas mereka. Ini merupakan salah satu produk unggulan Rutan Mamuju yang kini pasarnya telah menjangkau berbagai wilayah di Sulawesi Barat. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa produk yang dihasilkan warga binaan memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar,” ujarnya.
Menurut Sudirman, pembinaan kemandirian bukan hanya bertujuan mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup setelah kembali ke tengah masyarakat.
Ia berharap kemampuan yang diperoleh selama mengikuti program pelatihan dapat membuka peluang usaha maupun pekerjaan bagi warga binaan setelah bebas, sehingga mereka mampu menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.
Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Rutan Kelas IIB Mamuju berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang terampil, memiliki nilai ekonomi, serta siap diterima kembali di tengah masyarakat dengan bekal keterampilan yang nyata.