Ternate, Dimensimedia.com – Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ternate sore itu berbeda. Tak ada jeruji yang bisa menahan derasnya air mata. Petugas dan warga binaan larut dalam haru—mengiringi kepergian sosok yang telah delapan tahun menjadi cahaya di tengah tembok tinggi penjara: Nona Ahmad.
Sejak 19 Mei 2017, nama Nona Ahmad bukan hanya dikenal sebagai Kepala Lapas. Ia adalah “Ibu” bagi puluhan warga binaan, adalah pemimpin yang mengayomi, sahabat yang menyapa dengan senyum, dan pengayom yang selalu hadir dalam suka dan duka para penghuni.
Namun hari itu, Selasa 3 Juni 2025, menjadi akhir dari sebuah perjalanan panjangnya di Ternate. Dalam upacara serah terima jabatan yang dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Maluku Utara, Said Mahdar, secara resmi tongkat estafet kepemimpinan LPP Ternate diserahkan kepada Agustina.
Tangis pun pecah, bukan hanya dari petugas, tapi juga dari para warga binaan yang selama ini merasakan langsung hangatnya kepemimpinan Nona Ahmad.
“Kami merasakan kesedihan yang dalam ketika kebersamaan selama ini harus berakhir karena tugas Ibu Nona di Ambon. Saya mendoakan Ibu selalu sehat dan nyaman di tempat baru,” ucap Mayang, salah satu warga binaan sambil menyeka air mata.
Bagi Mayang dan penghuni lainnya, Nona Ahmad adalah cahaya yang memberi harapan dalam gelap. Bukan hanya karena kepemimpinannya yang penuh empati, tapi juga karena sentuhannya yang manusiawi—yang memperlakukan mereka bukan sebagai narapidana, tapi sebagai manusia yang layak dihargai dan diberi kesempatan kedua.
“Ibu Nona selalu bilang, ‘Jeruji bukan akhir dari hidupmu, tapi awal untuk bangkit’,” ujar seorang warga binaan lainnya dengan suara lirih.
Ibu Amy, petugas senior LPP Ternate, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. “Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Ibu Nona adalah sosok tegas, disiplin, tapi penuh kasih. Kami akan sangat merindukan beliau.”
Kini, tugas baru menanti. Nona Ahmad resmi dilantik sebagai Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ambon, menggantikan Plt sebelumnya, Jefry R Persulessy. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang digelar di Ambon berjalan khidmat dan dihadiri langsung oleh Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Maluku, Riky Dwi Biantoro.
Dalam sambutannya, Riky berpesan kepada seluruh pejabat baru, “Lakukan segala sesuatu dengan ikhlas dan semaksimal mungkin, maka hasilnya juga akan maksimal. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merahmati langkah kita.”
Meski berpindah tugas, nama Nona Ahmad akan terus hidup di hati para warga binaan dan petugas Lapas Ternate. Kisah dedikasinya selama delapan tahun telah menjadi bukti bahwa penjara bukan hanya tempat menebus kesalahan, tapi juga tempat untuk sembuh—jika dipimpin oleh sosok yang tulus seperti dirinya.
Selamat jalan, Ibu Nona. Terima kasih untuk delapan tahun yang tak akan pernah terlupa.
Reporter: [Arief]
Editor: Arief Dimensimedia.com